
ThePhrase.id – Burnout tak hanya dapat dirasakan di lingkungan pekerjaan atau pertemanan, ternyata fenomena kelelahan secara emosional ini juga bisa terjadi di kehidupan percintaan. Dating burnout namanya, sebuah istilah yang dalam beberapa tahun belakangan tengah naik daun.
Secara umum, dating burnout terjadi dalam konteks mencari pasangan lewat aplikasi kencan online atau dating apps. Meskipun bukan diagnosis psikologis yang resmi seperti depresi atau anxiety, dating burnout merupakan fenomena yang nyata dan dirasakan oleh banyak pengguna dating apps dari berbagai penjuru dunia.
Dikutip dari laman Forbes, survei Forbes Health/OnePoll tahun 2024 menunjukkan bahwa 79 persen gen Z dan 80 persen milenial melaporkan merasa kelelahan mental dan emosional akibat menggunakan aplikasi kencan. Survei ini juga diperkuat oleh sebuah studi terbitan New Media & Society yang mengatakan bahwa kelelahan emosional dapat meningkat semakin lama seseorang aktif di dating apps.
Seseorang yang mengalami dating burnout akan merasakan kelelahan emosional, mental, hingga fisik akibat pertemuan dengan orang yang kurang tepat secara terus-menerus. Alhasil, mereka kehilangan motivasi untuk bertemu orang baru, mulai skeptis terhadap hubungan, bahkan merasa bertemu orang baru sebagai sebuah kegiatan yang melelahkan, alih-alih menyenangkan.
Beberapa fenomena yang mengakibatkan terjadinya dating burnout adalah ghosting, situationship, benching, breadcrumbing, catfishing, love bombing, dan lain-lain. Tentunya fenomena seperti ini dapat mengakibatkan kelelahan dalam bertemu orang baru dan keengganan untuk merasakan hal yang sama lagi untuk kedua, ketiga, hingga keempat kalinya.
Ketika seseorang merasakan dating burnout, sering kali akan merasa skeptis terhadap orang baru yang ditemui. Walaupun orang baru tersebut bisa jadi merupakan calon pasangan yang cocok dengan kriteria dan memenuhi poin-poin yang dicari dalam pasangan. Dengan kata lain, mereka akan tidak antusias saat diajak kencan dan berkenalan lebih jauh.
Meski begitu, dating burnout bukan berarti seseorang tidak lagi ingin menjalin hubungan sama sekali dalam hidupnya. Sama seperti burnout di pekerjaan, orang-orang yang merasakan dating burnout perlu mengambil jeda sejenak dari proses pencarian pasangan.
Istirahat dari aplikasi kencan dan dari bertemu orang baru untuk sementara waktu dapat menjadi cara untuk memberikan waktu untuk diri sendiri dan fokus pada kehidupan pribadi seperti hobi, teman, dan karier.
Selain itu, dating burnout juga bisa diatasi dengan menurunkan ekspektasi yang terlalu ideal dan lebih realistis saat mengenal orang baru. Lebih selektif di tahap awal juga menjadi tips ketika match dengan orang baru, ketika menemukan tanda red flag yang aneh, segera hentikan pembicaraan agar tak berlanjut lebih panjang.
Terakhir, mempertimbangkan untuk bertemu orang baru secara langsung di dunia nyata daripada lewat dating apps juga bisa menjadi opsi. Mencari koneksi di dunia nyata lewat momen-momen keseharian seperti di taman, toko buku, transportasi umum, atau bahkan supermarket bisa menjadi cara yang fresh untuk bertemu orang baru. [rk]