trendingK-Culture

Di Tengah Kontroversi soal Distorsi Sejarah, Film 'The Assassin(s)' Tembus Lebih dari 2 Juta Penonton

Penulis Rahma K
Oct 06, 2026
Poster Film The Assassin(s) (2026). (Foto: Instagram/vast.ent)
Poster Film The Assassin(s) (2026). (Foto: Instagram/vast.ent)

ThePhrase.id – Film asal Korea Selatan The Assassin(s) (2026) tengah menjadi sorotan dunia. Selain karena kesuksesannya yang masif, film ini juga menjadi perbincangan karena menuai kontroversi dan respons keras dari masyarakat dan kelompok konservatif Korea Selatan karena dituduh melakukan distorsi sejarah.

Diketahui, film The Assassin(s) diangkat dari kisah nyata tentang insiden penembakan mantan Ibu Negara Yuk Young Soo, istri dari Presiden Park Chung Hee pada tahun 1974. Setelah penyelidikan, hasil mengungkapkan bahwa Mun Se Gwang, warga Korea Selatan di Jepang, merupakan pelaku tunggal dari penembakan tersebut.

Dikemas dengan genre crime dan political thriller, film yang dibintangi oleh bintang papan atas seperti Yoo Hae Jin, Lee Min Ho, dan Park Hae Il ini dianggap menyajikan fakta yang menyimpang dari aslinya lewat plot yang kemudian memicu kontroversi.

Pertama, film ini lebih berfokus pada 'aktor' di balik penembakan tersebut. Kemudian, alih-alih mengikuti fakta hasil penyelidikan, film ini membawa premis bahwa Mun Se Gwang tidak bergerak sendiri.

Hal tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa insiden penembakan merupakan kesengajaan yang direkayasa oleh pihak yang berkuasa untuk meredam tensi politik. Para pemeran utama di film ini juga mencurigai Badan Intelijen Pusat Korea sebagai dalang di balik penembakan tersebut.

Dengan demikian, sejumlah masyarakat dari kelompok konservatif menganggap film ini memutarbalikkan fakta dan mencoreng nama tokoh sejarah. Gelombang protes bahkan meluas hingga mengusik privasi sejumlah aktor dari film ini, seperti Yoo Hae Jin lewat protes yang dilakukan di depan kediaman sang aktor.

Menjawab respons keras dari sejumlah penonton, tim produksi dari film ini menegaskan bahwa The Assassin(s) merupakan sebuah karya fiksi yang 'meminjam' peristiwa penembakan 1974. Mereka juga menyatakan bahwa tidak ada maksud atau niat untuk mengubah fakta yang ada atau bahkan menetapkan hasil sejarah yang baru.

Meski memicu kontroversi yang besar, film ini berhasil mengajak publik untuk datang ke bioskop untuk menontonnya. Dilansir dari The Chosun Daily, The Assassin(s) sukses memuncaki box office secara keseluruhan maupun dari tingkat penjualan kursi.

Sedangkan untuk jumlah penontonnya, per 5 Oktober 2026, film ini mencatatkan akumulasi sebanyak 2.412.800 penonton. Film ini juga mampu mempertahankan posisi nomor satu dalam pra-penjualan tiket film Korea selama 22 hari berturut-turut. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic