
ThePhrase.id - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengkritik sikap pemerintah Indonesia yang tidak menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat rangkaian serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada pekan lalu.
Absennya ucapan belasungkawa oleh pemerintah Indonesia dinilai tidak lazim bagi dua negara yang bersahabat.
"Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei terbunuh, Pemerintah Indonesia tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sebagaimana lazimnya kalau pemimpin negara sahabat Indonesia meninggal," kata Dino melalui akun X (dulu Twitter) miliknya, dikutip Kamis (5/3).
Dino mempertanyakan apakah sikap itu akibat suatu kelalaian atau justru memang disengaja. Jika disengaja, dia meminta penjelasan pemerintah ihwal sikap bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia di kancah internasional.
"Kelupaan atau sengaja? Kalau sengaja, yang kita takutkan apa? Apakah yakin kita masih bebas aktif?," tanyanya.
Tidak heran, kata Dino, sikap dingin pemerintah atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei membuat pemerintah Iran menolak halus tawaran mediasi Indonesia.
"Karena merasakan sikap dingin kita terhadap kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dengan halus tawaran mediasi Indonesia. Mungkin mereka menyangsikan motivasi Indonesia," ujarnya.
Dino mengingatkan, Iran sudah menjadi negara sahabat Indonesia sejak bertahun-tahun lamanya. Bahkan, kedua negara ini sama-sama tergabung dalam organisasi internasional seperti Gerakan Non-Blok, OKI, D8, G77, dan BRICS.
Meski kerap berbeda pandangan dalam hal politik maupun ideologi, namun Indonesia dan Iran tidak pernah berkonflik. Iran juga tidak pernah meminta Indonesia untuk turut memusuhi semua musuh negara tersebut.
"Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan, dan saling menghormati," tuturnya.
Pemerintah Angkat Suara
Sekretaris Kebinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, merespons kritikan Dino Patti Djalal dan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mengirimkan surat duka cita atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.
"Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026," kata Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Rabu (4/3).
Dalam unggahannya, Teddy menyampaikan bahwa surut itu dikirimkan Prabowo melalui Menteri Luar Negeri Sugiono. Surat itu ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
"Surat resmi yang berisi belasungkawa mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei tersebut ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Dubes Iran di Jakarta," terangnya.
Seperti diketahui, konflik di Timur Tengah antara AS-Israel dengan Iran masih berlangsung hingga saat ini.
Serangan dilakukan pertama kali oleh AS dan Israel dengan menarget objek-objek vital Iran. Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior dikabarkan gugur.
Iran lantas melancarkan serangan balas dendam kepada AS dan Israel, dengan menyerang sejumlah negara Teluk Arab yang terdapat pangkalan militer AS di sana. (M Hafid)