lifestyle

Flamingo Era, Fase Hidup Perempuan Saat Menjadi Ibu yang Mempengaruhi Fisik dan Mental

Penulis Rahma K
Aug 30, 2025
Ilustrasi flamingo. (Foto: Pexels/Petr Ganaj)
Ilustrasi flamingo. (Foto: Pexels/Petr Ganaj)

ThePhrase.id – Istilah flamingo era belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Khususnya, istilah ini digunakan di kalangan para ibu sebagai metafora yang mendeskripsikan kondisi diri mereka sebagai seorang ibu yang mengasuh anak-anaknya.

Bagi banyak ibu, fase setelah melahirkan dan merawat serta membesarkan anak sering kali dipenuhi rasa lelah, kehilangan energi, tak lagi berpenampilan seperti dulu, hingga perasaan seakan-akan dirinya “hilang” di balik peran baru sebagai seorang pengasuh.

Sama seperti flamingo, ketika menjadi ibu, flamingo sebagai burung berwarna pink yang cantik dapat berubah warna menjadi putih bahkan abu-abu. Sains menjelaskan bahwa warna pink flamingo berasal dari pigmen yang disebut karotenoid, yang mereka peroleh dari makanan seperti alga dan udang kecil. Saat masa menyusui, flamingo akan menyuplai karotenoid ini ke anaknya, dan akibatnya warna bulu mereka sendiri memudar.

Kondisi ini bukan tanda kelemahan, tapi simbol dedikasi, di mana mereka rela "memucat" demi si kecil bisa tumbuh kuat. Begitu anak mulai bisa mandiri, induk flamingo kembali dapat mengonsumsi makanan kaya karotenoid secara normal dan melalui proses molting, yaitu ganti bulu, hingga warna pink cantiknya kembali muncul.

Flamingo Era  Fase Hidup Perempuan Saat Menjadi Ibu yang Mempengaruhi Fisik dan Mental
Ilustrasi ibu yang mengurus anak. (Foto: Freepik)

Dari sinilah istilah flamingo era berasal. Istilah ini menggambarkan sebuah fase kehidupan seorang perempuan yang telah menjadi ibu, di mana mereka merasakan perubahan yang besar secara fisik dan mental berkat merawat anaknya.

Seorang ibu baru, apalagi yang sibuk menyusui dan merawat bayi, kadang merasa "abu", kehilangan kilaunya, bahkan merasa dirinya terlupakan karena terlalu mementingkan dan mengedepankan tumbuh kembang anak.

Namun, ketika anak mulai tumbuh dewasa, bisa lebih mandiri, dan tidak menyita seluruh waktu ibu, maka mereka juga bisa kembali mendapatkan "warna" mereka kembali. Para ibu dapat kembali membentuk rutinitas untuk dirinya sendiri, menemukan jati dirinya, bisa melakukan hal-hal yang disukainya, sehingga kemilaunya kembali muncul.

Meski saat sedang berlangsung, flamingo era sering kali membuat para ibu merasa kehilangan dirinya dan kehilangan waktu untuk dirinya sendiri. Tetapi apa yang dilakukannya adalah peran mulia yang menggambarkan pengorbanan seorang ibu yang tulus dan akan memberikan segalanya, bahkan bagian dari dirinya untuk anak mereka.

Dilansir dari HaiBunda, psikolog Anna Surti Ariani memberikan beberapa tips untuk mengelola emosi dalam mengasuh anak. Beberapa di antaranya adalah mengonsumsi makanan sehat dan hindari makanan bermicin, tidur yang cukup dan berkualitas, dan menjaga pola hidup yang baik seperti berolahraga dan mengindari rokok serta alkohol. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic