
ThePhrase.id – Gempa bumi magnitudo 7,6 terjadi di Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4) pada pukul 06.48 WITA. Gempa yang cukup besar ini terasa hingga Ternate dan Provinsi Gorontalo, serta berlangsung sekitar satu menit.
Menurut pengakuan warga, gempa terjadi begitu kuat, sehingga membuat perabotan rumah tangga bergetar hebat dan membuat warga berhamburan ke luar rumah. Bahkan, tiang listrik hingga mobil yang terparkir juga disebut ikut bergoyang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa gempa magnitudo 7,6 ini berpusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer.
Gempa susulan yang masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 07.07 WITA dan magnitudo 5,2 pada pukul 07.12 WITA turut mengguncang wilayah bagian utara Indonesia ini.
Hingga berita ini dibuat, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah mencatat satu korban jiwa akibat gempa bumi ini, yakni seorang perempuan berusia 70 tahun yang tertimpa reruntuhan bangunan. Kabar ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kantor SAR Manado Nuriadin Gumeleng dalam keterangan video.

Selain itu, ada informasi dua korban yang melompat dari bangunan. Namun, korban lain tersebut masih dalam proses pendataan dan belum bisa dipastikan kondisinya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa gempa ini turut memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli yang menyampaikan bahwa tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi siaga tsunami.
"Daerah-daerah di Provinsi Maluku Utara berpotensi siaga tsunami, yaitu Ternate, Halmahera, dan Tidore," ungkapnya di Manado, Kamis (2/4), dikutip dari Antara.
Terkait dengan kesiagaan itu, untuk Provinsi Sulawesi Utara mencakup Kota Bitung, Kabupaten Minahasa bagian selatan, Kabupaten Minahasa Selatan bagian selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan. Lalu, daerah waspada potensi tsunami meliputi Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow bagian selatan.
Kendati demikian, hingga pukul 09.56 WIB, BMKG lewat akun X resminya menyatakan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,6 di Maluku Utara telah resmi berakhir. Tetapi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. [rk]