Harum Kopi Indonesia di Seoul International Cafe Show 2022

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Harum kopi Indonesia hadir dalam pameran kafe terbesar dan bertaraf internasional di Korea Selatan, Seoul International Cafe Show 2022. Pameran ini berlangsung pada 23 -26 November 2022 di COEX Exhibition Hall, Gangnam-gu Seoul, Korea Selatan.

Selama 4 hari pameran, Paviliun Indonesia mencatatkan potensi transaksi senilai USD 4,6 juta, setara Rp 72,33 miliar. Produk Indonesia yang paling banyak diminati yaitu kopi dan minuman herbal.

Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan yang merupakan perwakilan perdagangan Kementerian Perdagangan RI di Busan, Korea Selatan berpartisipasi mempromosikan produk kopi dan minuman kafe Indonesia pada pameran tersebut.

Pelaksanaan Seoul International Cafe Show 2022 (Foto: kontan)

Partisipasi Paviliun Indonesia dalam Seoul International Cafe Show 2022 merupakan hasil kerja sama ITPC Busan, Atase Perdagangan Seoul, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, dan BNI Seoul.

“Pada hari pertama pameran, kami melihat antusiasme pengunjung terhadap Paviliun Indonesia. Hingga hari keempat pameran, kami telah mencatat potensi transaksi senilai USD 4,6 juta,” ungkap Kepala ITPC Busan, Reandhy Putera Dharmawan dalam keterangan tertulis, Senin (28/11).

Selain kopi dan minuman herbal, berbagai camilan kafe seperti manisan dari ubi juga menarik perhatian pengunjung. Hal itu karena adanya tren ruang belajar, atau study café di kalangan anak muda Korea Selatan.

Dalam pameran ini, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai produk dari 11 pelaku usaha. Pelaku usaha yang berpartisipasi adalah PT. Darya Padma Enoes, PT. Freyabadi Indonesia, PT. Bima Tikhe Berkat, CV. Dewi Makmur, PT. Indokom Citra Persada, CV. Mitra Prima Mandiri, CV. Tri Anom Agrotektur, Haris Coffee, Maristella Coffee, Ullubellu Coffee, dan satu pelaku usaha binaan Bank BNI Seoul.

Foto: Ilustrasi Kopi (freepik.com background photo created by jannoon028)

Selain berbagai produk tersebut, Pavilliun Indonesia juga menyajikan makanan dan minuman tradisional Indonesia ala angkringan. Sajian ini dikelola Dharma Wanita Persatuan KBRI Seoul sebagai bentuk promosi produk Indonesia kepada konsumen akhir.

“Promosi yang kami lakukan di Korea Selatan melalui Seoul International Café Show 2022 adalah upaya meningkatkan citra Indonesia sebagai negara yang kaya akan berbagai jenis kopi dengan sifat dan ciri khas yang beragam, berkualitas, dan bernilai lebih,” kata Reandhy.

Reandhy menambahkan bahwa dalam jangka panjang, ia berharap bahwa tidak hanya kopi, namun semua komoditas Indonesia dapat dipromosikan di Korea Selatan dan menjadi pilihan utama para calon pembeli mancanegara, khususnya Korea Selatan. Hal ini diharapkan akan mendorong potensi ekspor Indonesia ke Korea Selatan.

Melalui pameran internasional ini, Reandhy juga berharap bahwa seluruh pelaku usaha Indonesia yang terlibat mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dalam memasuki pasar internasional.

Seoul International Cafe Show 2022 merupakan salah satu pameran kafe tahunan terbesar di Korea Selatan. Pameran ini menampilkan produk kopi, teh, roti, es krim, cokelat, minuman, mesin dan peralatan, interior, usaha waralaba dan usaha rintisan, perlengkapan dapur, dan industri layanan makanan.

Foto: freepik.com background photo created by chevanon

Korea Selatan merupakan salah satu mitra dagang strategis yang menawarkan berbagai potensi bagi Indonesia. Hal ini karena produk domestik bruto dan daya beli masyarakatnya yang tinggi. Data Korea International Trade Association juga menyebut bahwa Korea Selatan merupakan importir kopi Indonesia terbesar ke14 dengan nilai impor periode Januari–Oktober 2022 senilai USD 12,4 juta.

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor ini meningkat signifikan sebanyak 66,7 persen. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2017-2021), nilai impor kopi Indonesia di Korea Selatan juga mengalami peningkatan.

Potensi pasar kopi di Korea Selatan yang sangat tinggi ini dilandaskan oleh beberapa faktor seperti,  konsumsi kopi masyarakat Korea Selatan merupakan yang tertinggi di dunia, jumlah toko kopi yang meningkat di tiap tahunnya, dan tren positif impor kopi dari dunia.

“Hal ini membuktikan bahwa di tengah resesi ekonomi sebagai akibat dari pandemi Covid-19, Korea Selatan tetap memilih produk Indonesia. Peluang ini yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku ekspor Indonesia untuk dapat mengekspansi pasar dan meningkatkan ekspor ke Korea Selatan,” tandas Reandhy.

Reandhy menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam berbagai pameran internasional akan memberikan akses dan citra yang lebih baik bagi calon mitra dagang asal Korea Selatan. Hal ini karena calon mitra dagang dapat melihat secara langsung kualitas produk-produk Indonesia.

“Dengan demikian, tingkat kepercayaan dan kepuasan calon mitra dagang dapat terbentuk dan akan membantu menciptakan siklus bisnis yang berkelanjutan,” pungkasnya. [fa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you