
ThePhrase.id – Waktu mudik semakin dekat! Jika kamu akan mudik melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi, terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan, baik yang berhubungan dengan kendaraan, maupun yang harus dilakukan oleh pengendara dan penumpang.
Namun tanpa disadari, pemudik kerap lalai dalam melakukan sejumlah persiapan sehingga menimbulkan berbagai kesalahan selama perjalanan mudik. Kesalahan-kesalahan ini berpotensi untuk menyebabkan risiko keselamatan yang tak hanya membahayakan pengemudi, tetapi juga seluruh penumpang.
Untuk menghindari risiko terjadinya masalah di tengah perjalanan dan agar perjalanan mudik berjalan dengan lancar dan aman, yuk simak deretan kesalahan yang umum dilakukan oleh pemudik berikut ini!
Terdengar aneh tapi nyata, ternyata masih banyak orang yang mudik tanpa melakukan pengecekan kendaraan terlebih dulu. Padahal, komponen-komponen seperti rem, oli mesin, ban, air radiator, hingga lampu sangatlah penting untuk menunjang perjalanan jarak jauh yang aman. Maka dari itu, periksakanlah kondisi mobil sebelum melakukan perjalanan mudik.
Perjalanan mudik umumnya memakan waktu yang lama dan rawan macet. Masih banyak pengendara yang tetap memaksakan diri menyetir meski sudah mengantuk atau kelelahan. Padahal, kondisi ini bisa menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Untuk mengatasi kelelahan saat berkendara, pengemudi bisa bertukar dengan penumpang atau istirahat sejenak selama beberapa jam di rest area sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Pada musim mudik, mobil-mobil yang kelebihan muatan hingga diangkut di atap sering kali dijumpai di jalan tol. Mengangkut barang bawaan berlebih ini bisa berpengaruh terhadap performa mobil saat dikendarai, mulai dari keseimbangannya berkurang, memperpanjang jarak pengereman, membuat mobil melaju lebih lambat, menghabiskan bahan bakar lebih banyak, hingga membuat mobil jadi lebih sulit untuk dikendalikan.
Selain berpotensi ditilang atau tercatat oleh kamera ETLE, tidak mematuhi aturan lalu lintas seperti melanggar batas kecepatan, menerobos bahu jalan, hingga tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga dapat membahayakan pengendara lain.
Perlengkapan darurat seperti kotak P3K, APAR (alat pemadam api ringan), dongkrak, segitiga pengaman, kunci roda, kabel jumper, tool kit dasar, hingga ban serep merupakan alat-alat krusial yang harus ada di mobil, terlebih lagi apabila tengah melakukan perjalanan mudik. Membawa alat-alat ini dapat menjadi penyelamat cepat sebelum meminta pertolongan lebih lengkap pada pihak lain apabila dibutuhkan.
Masih banyak pengemudi yang mengecek pesan atau membuka ponsel saat menyetir, terutama ketika jalanan macet. Meski macet sekalipun, membuka ponsel merupakan tindakan yang sangat berbahaya karena merupakan perilaku mengalihkan perhatian dari kondisi jalan.
Dalam berkendara jarak jauh seperti mudik, mempersiapkan rencana perjalanan adalah langkah yang bijak demi keamanan dan kenyamanan hingga ke tempat tujuan. Rencanakanlah durasi dan rute perjalanan serta rute alternatif, hingga pemberhentian untuk istirahat setiap beberapa jam yang berguna bagi pengendara dan penumpang.
Pengendara juga perlu mengetahui beberapa rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan sewaktu-waktu seperti contra flow, one way, hingga ganjil genap agar perjalanan tidak terganggu. [rk]