
ThePhrase.id – Industri otomotif tanah air tengah diramaikan dengan rencana impor ratusan ribu mobil pick-up dari India untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pertanian dan konsultasi konstruksi.
Di tengah panasnya polemik ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberikan respons bahwa industri otomotif nasional mampu mengembangkan platform jenis kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Anton Kumonty, selaku Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo mengatakan pihaknya terus mempelajari dan menyesuaikan perkembangan industri otomotif Indonesia dengan kebutuhan masyarakat akan kendaraan bermotor dua atau lebih, termasuk kendaraan pick-up.
"Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Gaikindo juga mencatat adanya tujuh anggota Gaikindo yang merupakan perusahaan otomotif yang memproduksi kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, yakni:
Secara keseluruhan, mereka memiliki kapasitas produksi jenis pick-up yang mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Jumlah tersebut diyakini Gaikindo cukup untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan dalam negeri.
Gaikindo mengatakan bahwa apabila seluruh kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi murni oleh industri otomotif Indonesia, maka akan berdampak secara positif bagi seluruh ekosistem industri otomotif nasional dari hulu ke hilir.
Pasalnya, satu unit mobil yang dibuat terdiri dari 20.000 lebih komponen dan bahan baku, seperti besi baja, kaca, karet, plastik, fabrik, dan lain-lain. Berbagai komponen tersebut dibuat dan dirakit oleh pabrikan komponen dalam negeri yang jumlahnya mencapai ribuan perusahaan, termasuk Industri Kecil Menengah (IKM), dan juga jutaan tenaga kerja.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan impor menjadi opsi yang dipilih karena merupakan jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat.
Diketahui, kontrak pengadaan kendaraan niaga yang dilakukan oleh Agrinas mencapai Rp24,66 triliun dengan pengadaan 105 ribu unit kendaraan pick-up dari dua produsen otomotif asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors. [rk]