trending

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump, Dukung Upaya Perdamaian Palestina

Penulis Rahma K
Jan 22, 2026
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono. (Foto: Instagram/sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono. (Foto: Instagram/sugiono_56)

ThePhrase.id – Indonesia memutuskan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dengan tujuan mendukung stabilitas di Palestina.

Kabar ini tertuang dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) beberapa negara, yakni Indonesia, Türkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang diunggah oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia di media sosial X, Kamis (22/1).

"Para Menteri Luar Negeri Republik Türkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian," tulis laman X Kemlu.

Setelah menyambut baik undangan tersebut, selanjutnya, kedelapan negara tersebut akan segera menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai prosedur hukum serta ketentuan lainnya yang berlaku di masing-masing negara.

Kedelapan negara tersebut juga menegaskan kembali dukungan mereka terhadap upaya perdamaian dan komitmen untuk mendukung pelaksanaan mandat Dewan Perdamaian sebagai administrasi transisi, sebagaimana diatur dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 2803.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya perdamaian yang adil di Jalur Gaza. Kedelapan negara juga menekankan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang berdaulat sesuai hukum internasional.

"Dengan demikian, terbukalah jalan bagi terwujudnya keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut," tulis pernyataan bersama tersebut.

Diketahui, pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang melibatkan sejumlah tokoh, termasuk utusan khususnya, yakni Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner. Lembaga ini memiliki peran mengawasi mobilisasi sumber daya internasional bagi Gaza.

Tetapi, langkah ini memicu beragam reaksi dari komunitas internasional, termasuk sejumlah negara Eropa yang khawatir inisiatif ini dapat menggantikan peran PBB dalam menangani konflik global. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic