figure

Inspiratif! Comeback Alysa Liu Buahkan Dua Medali Emas dan Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026

Penulis Rahma K
Feb 26, 2026
Alysa Liu setelah memenangkan medali emas figure skating tunggal putri di Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: Instagram/usfigureskating)
Alysa Liu setelah memenangkan medali emas figure skating tunggal putri di Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: Instagram/usfigureskating)

ThePhrase.id – Dunia figure skating menyaksikan momen bersejarah di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Alysa Liu, figure skater asal Amerika Serikat (AS) tak hanya berhasil meraih dua medali emas di ajang ini, tetapi juga mencatatkan rekor baru sebagai atlet perempuan AS pertama yang merebut emas nomor tunggal dalam 24 tahun terakhir.

Tercatat, atlet figure skater AS terakhir yang mampu membawa pulang medali emas tunggal putri dari Olimpiade Musim Dingin adalah Sarah Hughes pada tahun 2002 lalu. Keberhasilan Alysa mengakhiri penantian panjang ini membuat sosoknya menjadi sorotan dunia.

Alysa berhasil meraih kemenangan di nomor beregu dan tunggal putri. Pada nomor team event, hasil yang diraih Alysa dan rekan satu timnya membuahkan medali emas untuk AS. Sementara itu, di nomor women's singles, ia berhasil meraih skor fantastis 226,79 dan mengalahkan dua wakil Jepang yang harus puas dengan medali perak dan perunggu.

Dengan perpaduan teknik sempurna, keberanian dalam lompatan-lompatan sulit, lagu upbeat yang membangkitkan semangat, serta ekspresi artistik yang memukau, Alysa tampil sebagai simbol kebangkitan dan inspirasi bagi generasi baru atlet skating di seluruh dunia.

Tak hanya karena penampilannya yang memukau, Alysa juga sukses mencuri perhatian dunia berkat gaya rambutnya yang nyentrik dan mencolok di gelanggang es. Warna cokelat dengan highlight pirang berlayer yang juga disebut rambut "halo" ini ternyata bukan sekadar preferensi gaya belaka. Di baliknya, terdapat makna tersendiri. 

Ia mengibaratkan rambutnya bak sebuah pohon yang memiliki lingkaran cincin yang menandai usia pohon tersebut dan bagaimana ia akan menambahkan satu lingkaran halo setiap tahunnya di rambutnya. Gaya yang unik ini menjadi bentuk kebebasan berekspresi bagi dirinya yang tak ingin rambutnya diatur. Baginya, rambut adalah salah satu identitas yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Selain karena rambutnya, Alysa juga banyak dibicarakan masyarakat dunia karena memiliki frenulum piercing, yakni sebuah tindikan di bagian dalam bibir atas yang selalu terlihat ketika ia tersenyum. Piercing yang ia sebut sebagai "smiley" ini juga menjadi identitas personalnya yang tak mudah dilupakan publik.

Inspiratif  Comeback Alysa Liu Buahkan Dua Medali Emas dan Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Alysa Liu dengan dua medali emas Olimpiade Musim Dingin 2026 yang diraihnya. (Foto: Instagram/teamusa)

Di luar pencapaian dan segala penampilannya yang nyentrik, prestasi Alysa di Olimpiade Musim Dingin 2026 ini disebut sebagai simbol kebangkitan dan inspirasi bagi generasi muda. Pasalnya, setelah penampilannya di Olimpiade Musim Dingin 2022 Beijing dan Kejuaraan Dunia Figure Skating 2022, ia mengumumkan pensiun dari olahraga figure skating.

Pada pengumuman pensiun tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya merasa puas dengan kariernya, telah mencapai tujuannya, dan ingin "melanjutkan hidupnya". Ia juga menyampaikan bahwa sejak kecil, hidupnya dipenuhi oleh olahraga ini dan ia merasakan burnout dan kelelahan mental. Maka dari itu, ia ingin merasakan hidup sebagai remaja biasa pada umumnya, tanpa jadwal latihan dan kompetisi yang menuntut waktunya.

Meski disayangkan, Alysa yang kala itu berusia 16 tahun benar-benar memilih dirinya sendiri dan menjalani hidupnya sebagai remaja normal. Ia juga mulai berkuliah di University of California, Los Angeles (UCLA), salah satu kampus bergengsi dunia, dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Inspiratif  Comeback Alysa Liu Buahkan Dua Medali Emas dan Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Alysa Liu. (Foto: Instagram/usfigureskating)

Setelah dua tahun, perempuan dengan tinggi badan 161 cm ini memutuskan untuk kembali berkompetisi dengan syarat akan memegang kontrol penuh atas kariernya sendiri. Mulai dari tim pelatih, kostum, musik, penampilan di atas gelanggang es, hingga penampilan fisiknya, ia memegang kendali penuh dan kembali dengan lebih berani. Karena baginya, kebahagiaan dan kebebasan adalah hal yang paling penting dibandingkan gelar apapun.

Comeback sang atlet membuat banyak mata tertuju padanya, mulai dari kompetisi pertamanya setelah hiatus, berbagai kompetisi internasional lainnya, hingga Kejuaraan Dunia di Boston pada tahun 2025 lalu, di mana ia berhasil membawa pulang medali emas.

Puncaknya, ia kembali tampil di Olimpiade Musim Dingin dan tak hanya sekadar mempertontonkan skill-nya, tetapi memenangkan medali emas dan juga menorehkan sejarah baru. Perjalanannya yang tak biasa ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Inspiratif  Comeback Alysa Liu Buahkan Dua Medali Emas dan Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Alysa Liu. (Foto: Instagram/alysaxliu)

Tentang Alysa Liu

Alysa Liu lahir di Clovis, California, Amerika Serikat pada 8 Agustus 2005. Ia dibesarkan oleh seorang ayah tunggal yang berasal dari China, Arthur Liu. Ia adalah anak tertua dari lima bersaudara yang seluruhnya lahir dari ibu pengganti melalui donor sel telur anonim.

Sejak usia lima tahun, Alysa telah menggeluti olahraga seluncur es setelah diperkenalkan oleh sang ayah. Ia pertama kali berseluncur di Oakland Ice Center di Oakland, California. Dari situ, ia mulai mengikuti pelajaran seluncur berkelompok, lalu beralih ke sesi individual.

Lalu pada usia tujuh tahun, ia mulai mengikuti kompetisi di level nasional. Sebagai atlet junior, Alysa telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan. Saat usia 10 tahun di Kejuaraan AS 2016, ia menjadi figure skater perempuan termuda yang meraih medali emas di kategori intermediate.

Beberapa prestasi lainnya adalah memenangkan emas di Kejuaraan AS 2019 dan meraih perak di Junior Grand Prix Final (2019-2020) di Turin. Ia juga membawa pulang perunggu di World Junior Championships 2020 di Tallinn serta meraih emas di Kejuaraan AS 2020. Pada tahun 2022 ia memenangkan perunggu di Kejuaraan Dunia serta membawa pulang emas dari Grand Prix Final 2025-2026 di Nagoya, dan masih banyak lagi. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic