
ThePhrase.id – Ketika anak seusianya sibuk bermain dengan teman sebayanya, Max Alexander sibuk memukau dunia dengan pencapaiannya sebagai perancang busana termuda yang sukses menggelar fashion show di Paris Fashion Week pada usia 10 tahun.
Di awal Maret 2026 ini, seorang desainer muda asal Los Angeles (LA), Amerika Serikat mencuri perhatian publik atas pencapaian impresifnya memamerkan karyanya di Paris Fashion Week (PFW) untuk pertama kalinya. Debutnya di PFW berlangsung pada Selasa (3/3) di Palais Garnier, Paris.
Pada ajang peragaan busana bergengsi tersebut, Max menampilkan 15 gaun yang masuk dalam koleksi Fall/Winter 2026-2027. Uniknya, ia tak hanya mendesain gaun yang dapat ditemukan di brand-brand lainnya, tetapi mengusung konsep berkelanjutan dari bahan yang ramah lingkungan.
"Koleksi saya terdiri dari 15 gaun dan semuanya, yah, 90 persen dari koleksi saya dapat terurai secara alami, dapat didaur ulang, berkelanjutan, hingga terbuat dari stok mati dan surplus," jelasnya, dikutip dari CBS News.
Max juga menjelaskan bahwa stok mati adalah bahan sisa yang tidak digunakan oleh perusahaan, dan merupakan bahan-bahan yang akan berakhir di tempat pembuangan apabila tidak 'diselamatkan' olehnya dan didaur ulang menjadi pakaian baru.
Sementara itu, soal perasaannya tentang berkesempatan untuk debut di Paris Fashion Week, Max mengungkapkan bahwa momen tersebut adalah hal yang besar dalam hidupnya. Bahkan, lebih besar dari fashion week lain yang pernah diikutinya, karena baginya, Paris adalah "home of fashion".
Diketahui, fashion telah menjadi bagian dari hidup Max sepanjang yang ia ingat. Dari mulai belajar menjahit, bermimpi untuk menjadi desainer, hingga mewujudkannya di umur yang masih sangat muda, ia tak main-main dalam menekuni dunia mode.
Sejak usia empat tahun, Max telah menunjukkan minat besar terhadap dunia fashion. Ketertarikannya ini kemudian didukung penuh oleh kedua orang tuanya. Pada awalnya, berbagai busana yang dirancangnya dibuat dan dikenakan oleh sang kakak, Samantha. Ia mengaku senang melihat Samantha mengenakan pakaian hasil karyanya.
Setelah beberapa tahun, Max makin menunjukkan perkembangan, kemampuannya kian terasah, dan minatnya untuk tampil di panggung fashion semakin kuat. Akhirnya pada tahun 2021, ia meluncurkan label Couture to the Max dan melangsungkan peragaan busana perdananya di LA pada musim panas 2021.
Saat usianya menginjak 7 tahun pada 2023, Max meraih Guinness World Records karena berhasil menjadi orang termuda yang merancang runway show sendiri, setelah ia mendapatkan kesempatan untuk tampil di Denver Fashion Week.
Di tahun yang sama, ia juga menggelar fashion show di New York Fashion Week, memamerkan enam gaun dari koleksinya yang juga dibuat dari bahan daur ulang. Karyanya juga telah dikenakan oleh selebriti seperti Sharon Stone dan Debra Messing.
Capaian fantastisnya juga ia torehkan dengan pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang fesyen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pasalnya, mode menjadi industri yang kerap dikritik karena produksi limbah dan kelebihan material yang tak ramah lingkungan. Di depan banyak orang, ia mengungkapkan tentang fesyen yang menggunakan material daur ulang dan tahan lama.
Uniknya, dari awal menggeluti dunia fashion hingga sekarang, bocah kelas 4 SD ini tak pernah membuat sketsa. Metode yang digunakan adalah teknik draping karena menurutnya seperti seni memahat. Kain "mentah" langsung berpindah ke manekin dan langsung ia jahit dengan ide yang muncul di kepalanya.
Pendekatan yang berbeda ini membuat Max berhasil menciptakan ratusan karya yang terdiri dari gaun, jaket, syal, tas, kimono, hingga jas, dan mengantarkannya ke panggung dunia mode yang disorot dunia. [rk]