
ThePhrase.id – Pernikahan adalah momen sakral yang menandai awal perjalanan baru bagi dua insan yang saling mencintai. Berbeda dari perayaan besar pada umumnya, kini semakin banyak pasangan yang memilih konsep intimate wedding dalam merayakan pernikahan mereka, dengan tujuan menghadirkan suasana yang lebih sederhana, hangat, dan penuh makna bersama orang-orang terdekat.
Konsep intimate wedding menjadi tren yang berkelanjutan dan makin ramai diadopsi oleh banyak orang di seluruh dunia sejak pandemi COVID-19 yang memaksa pembatasan interaksi sosial secara langsung, termasuk pada pernikahan.
Walaupun jumlah tamunya lebih sedikit, ternyata intimate wedding justru dapat menghadirkan momen yang lebih intim, personal, dan berkesan, baik bagi pengantin maupun tamu yang datang. Oleh karena itu, konsep pernikahan ini makin digemari.
Selain faktor praktis, banyak pasangan memilih intimate wedding karena ingin menghadirkan momen yang lebih bermakna secara emosional. Dengan lingkup yang lebih kecil, interaksi antara pengantin dan tamu menjadi lebih dekat, sehingga setiap momen terasa lebih personal dan tidak terburu-buru.
Secara umum, intimate wedding memiliki kesamaan dengan acara pernikahan pada umumnya. Hanya saja, skalanya lebih kecil dengan jumlah tamu yang tak mencapai 100 orang. Undangan yang hadir hanya terdiri dari keluarga dan teman-teman terdekat dari kedua mempelai.
Terdapat sejumlah keunggulan dari intimate wedding, pertama adalah lokasi pernikahan yang bisa lebih variatif. Berbeda dari pernikahan pada umumnya yang hanya bisa dilangsungkan di gedung berkapasitas besar, konsep pernikahan ini memungkinkan venue seperti taman, vila, pantai, atau bahkan restoran.
Karena jumlah undangannya yang sedikit, mempelai bisa lebih fokus pada kualitas dibandingkan kuantitas dari segi hidangan. Pada pernikahan berskala besar, hal yang terpenting adalah makanan untuk tamu tak cepat habis. Tetapi pada intimate wedding, mempelai dapat menekankan pada kualitas konsumsi yang lebih lezat dan dipilih secara khusus.

Selain itu, berkat undangan yang lebih minim dan dekat dengan mempelai, acara pernikahan intim juga lebih mudah diatur. Contohnya adalah dari segi dresscode, waktu kehadiran, waktu bersalaman, waktu makan, dan lain-lain.
Keunggulan lain dari intimate wedding adalah persiapan yang dibutuhkan menjadi lebih singkat. Tak seperti perayaan besar yang membutuhkan persiapan dari berbagai aspek dengan detail, pernikahan berskala kecil dapat disiapkan hanya dalam 3-4 bulan sebelum acara.
Konsep intimate wedding juga memberi ruang lebih besar bagi pasangan untuk menampilkan sentuhan personal, seperti menulis surat untuk tamu, memilih playlist lagu favorit, hingga menyusun dekorasi yang mencerminkan perjalanan hubungan mereka.
Intimate wedding juga memungkinkan konsep pernikahan yang lebih fleksibel, seperti tak mengharuskan pengantin tetap duduk di pelaminan. Pengantin dapat mendesain acara resepsi dengan konsep sit-down di meja untuk setiap tamu agar mereka dapat mingle atau membaur dengan undangan secara hangat.
Konsep pernikahan berskala kecil ini juga semakin digandrungi karena lebih hemat secara finansial karena lebih minimalis dari berbagai aspek.
Dalam menyelenggarakan intimate wedding, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan keseluruhan budget, lalu menentukan wedding organizer yang berpengalaman mengurus pernikahan berskala kecil, menentukan tema yang lebih personal, menentukan jumlah dan daftar tamu, memilih lokasi sesuai keinginan, dan menentukan setiap vendor yang berkualitas.
Intimate wedding bukan sekadar soal konsep pernikahan dengan tamu yang lebih sedikit. Lebih dari itu, konsep ini memberi ruang bagi pasangan untuk benar-benar menikmati setiap momen bersama orang-orang terdekat, tanpa terasa terburu-buru atau terlalu ramai. Dengan suasana yang lebih hangat dan personal, acara pernikahan pun dapat meninggalkan kesan yang lebih mendalam. [rk]