
ThePhrase.id – Momen Lebaran selalu identik dengan tradisi silaturahmi yang dilakukan dengan mengunjungi keluarga dan kerabat terdekat dari rumah ke rumah. Suasana yang hangat, hidangan khas hari raya, hingga obrolan yang penuh tawa telah menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Namun, tak jarang kegiatan berkumpul ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi tuan rumah karena adanya perbuatan atau ucapan yang tak sepatutnya dilakukan maupun dilontarkan. Maka dari itu, adab bertamu saat bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri penting untuk selalu diingat dan dijalankan. Apa saja? Yuk, simak!
Adab pertama yang tak boleh dilupakan saat hendak bertamu adalah untuk mengonfirmasi kedatangan terlebih dahulu kepada tuan rumah. Memberi kabar dapat membantu tuan rumah menyesuaikan waktu agar kunjungan lebih nyaman. Selain itu, memastikan tuan rumah berada di rumah juga memberikan kepastian bagi tamu yang akan datang.
Kedua, datang di waktu yang tepat juga tak kalah penting dalam adab bertamu. Membuat janji terlebih dahulu bisa menghindari kedatangan di waktu yang kurang tepat dan mengganggu seperti waktu istirahat. Hindari juga datang terlalu malam atau terlalu pagi.
Momen kebersamaan memang sering kali terasa cepat berlalu, hingga tanpa disadari berjam-jam telah dilewati. Kendati demikian, menjaga durasi kunjungan juga menjadi salah satu adab ketika bersilaturahmi pada momen Lebaran.
Meskipun tuan rumah tak memberi tahu secara langsung, terdapat kemungkinan mereka ingin beristirahat atau akan kedatangan tamu lain. Maka dari itu, sadar waktu dan tahu kapan harus pulang perlu diingat ketika bertamu.
Pada momen perayaan Idulfitri, tuan rumah umumnya menyiapkan hidangan khas Lebaran untuk tamu yang datang. Namun, menunggu dipersilakan untuk menyicip hidangan atau sekadar kue kering, merupakan etika yang penting.
Selain itu, tamu juga perlu menghargai hidangan yang telah disajikan. Jika kurang berkenan, ada baiknya untuk tidak menolak dan ambil secukupnya. Namun, tidak berlebihan ketika mengambil tiap macam makanan juga tak kalah penting untuk dilakukan.
Banyak dari ketidaknyamanan di obrolan Lebaran terjadi karena tidak menjaga topik obrolan. Menghindari bahasan sensitif bagi semua orang yang hadir merupakan adab yang perlu dijunjung tinggi. Pertanyaan terkait kapan menikah, kapan lulus, kapan dapat pekerjaan, kapan hamil, hingga persoalan personal lainnya sebaiknya tidak dilontarkan.
Penting tapi jarang disadari, menghargai momen dan tuan rumah dengan tidak sibuk sendiri seperti bermain ponsel adalah adab yang perlu dilakukan. Pasalnya, tak setiap hari momen silaturahmi dengan keluarga dan kerabat dapat dilakukan. Dengan demikian, manfaatkanlah waktu kebersamaan yang ada pada silaturahmi di hari raya.
Membawa buah tangan atau bingkisan bagi tuan rumah, baik untuk pemilik rumah ataupun anak-anaknya merupakan salah satu etika saat bertamu. Walaupun hal ini bukanlah sebuah keharusan, kehadiran dengan buah tangan menjadi bentuk perhatian tersendiri bagi tuan rumah.
Itu dia tujuh adab dan etika saat bertamu di Hari Raya Idulfitri yang perlu kamu lakukan. Menerapkannya bertujuan untuk mempererat persaudaraan serta menambah kehangatan dalam momen silaturahmi. [rk]