
ThePhrase.id – Mobil listrik sebagai moda transportasi yang makin diminati publik menawarkan sejumlah kemudahan, salah satunya melalui teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian daya dalam waktu singkat. Fitur ini menjadi andalan, terutama saat berada dalam situasi yang terburu-buru.
Meski demikian, penggunaan fitur pengisian cepat ini tidak disarankan untuk digunakan setiap kali mengisi baterai. Memahami waktu yang tepat untuk menggunakan fast charging menjadi hal yang penting bagi pemilik kendaraan listrik.
Pasalnya, hal ini berkaitan langsung dengan daya tahan baterai dan efisiensi penggunaan kendaraan. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk menggunakan fitur fast charging dan kapan harus menghindari pengisian dengan cepat ini?
Dilansir dari laman resmi Wuling, terdapat lima waktu yang tepat untuk menggunakan fitur fast charging. Pertama, adalah ketika kondisi baterai tengah berada di level yang rendah, yakni rentang 20-30 persen. Pengisian dari persentase yang rendah memungkinkan baterai menerima daya secara maksimal tanpa mengalami pembatasan kecepatan pengisian.
Kedua, fitur ini menjadi sangat bermanfaat ketika sedang melakukan perjalanan jarak jauh. Dalam waktu singkat, yakni sekitar setengah jam, baterai mobil listrik dapat terisi hingga 80 persen. Waktu yang dibutuhkan ini juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak.

Ketiga, fast charging dapat mengoptimalkan performa baterai saat cuaca di luar dingin. Suhu yang rendah ini berpengaruh terhadap efisiensi baterai, sehingga pengisian daya cepat membantu mencapai suhu operasional optimal lebih cepat.
Selanjutnya, pada situasi darurat atau terburu-buru, fast charging menjadi penyelamat yang menjadi solusi praktis. Terakhir, fitur ini juga dapat digunakan ketika menemukan SPKLU terpercaya dengan peralatan yang terawat.
Di sisi lain, terdapat kondisi-kondisi yang harus dihindari saat fast charging. Pertama, baterai kendaraan telah terisi lebih dari 80 persen. Melakukan pengisian cepat pada baterai yang telah terisi hampir penuh dapat memperlambat kecepatan pengisian demi melindungi sel baterai dari panas yang berlebih.
Kemudian, di suhu lingkungan yang terlalu panas, yakni di atas 35 derajat Celsius, fast charging tidak disarankan untuk dilakukan karena dapat memengaruhi efisiensi sistem pendinginan dan berpotensi mengurangi usia baterai.
Menggunakan fast charging secara terus-menerus tanpa diselingi charger AC di rumah atau wallbox juga tidak disarankan karena dapat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Hindari mengisi dengan fitur ini di SPKLU yang tidak terawat atau memiliki voltase tidak stabil demi menjaga keamanan baterai. [rk]