lifestyle

Kenali! Ini 13 Dating Terms Terkini yang Digunakan Kalangan Generasi Z

Penulis Rahma K
Nov 25, 2023
Ilustrasi pasangan. (Foto: pexels/EYÜP BELEN)
Ilustrasi pasangan. (Foto: pexels/EYÜP BELEN)

ThePhrase.id – Dewasa ini, berbagai istilah baru dalam hubungan romantis, atau bisa disebut juga sebagai dating terms, muncul dan digunakan secara luas baik di dunia maya maupun di dunia nyata oleh banyak orang, termasuk yang paling sering oleh generasi Z.

Untuk mengetahui sebutan atas kondisi hubungan yang sedang dijalani dan agar dapat mengikuti pembicaraan terkait hubungan yang menggunakan istilah-istilah terkini, yuk cek 13 dating terms ini!

1. Cuffing

Cuffing adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah hubungan yang terjalin hanya pada musim dingin. Umumnya, istilah ini digunakan di negara dengan empat musim yang mana ketika musim dingin menghampiri, cuaca membuat para jomblo ingin memiliki pasangan yang dapat memberikan kehangatan fisik. 

Maka dari itu, disebut juga dengan cuffing season. Istilah ini populer berkat lagu "Big Boy" oleh SZA yang memiliki lirik tentang para perempuan yang mencari lelaki bertubuh besar di musim cuffing.

2. Cushioning

Istilah cushioning digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang menjalin hubungan kasual tahap awal pada lebih dari satu orang. Sehingga, jika tak sukses dengan si A, ia tak akan terjatuh sakit karena memiliki cushion atau bantalan yakni orang lainnya seperti si B, si C yang dapat menjadi fokus selanjutnya.

3. Situationship

Situationship adalah dating term yang sering digunakan oleh para generasi Z untuk mendeskripsikan sebuah hubungan yang lebih dari teman, tetapi belum mencapai tahap hubungan pacaran. Situationship berada di tahap ketika telah menjalani beberapa kencan, tetapi belum resmi berpacaran dan belum ada status. Dalam istilah Indonesia, situationship dapat dikatakan mirip dengan hubungan tanpa status alias HTS.

Kenali  Ini 13 Dating Terms Terkini yang Digunakan Kalangan Generasi Z
Ilustrasi situationship. (Foto: pexels/Mẫnn Quang)

4. Pocketing

Pocketing adalah tindakan ketika seseorang tengah menjalin hubungan dengan orang lain dengan status yang jelas, tetapi tidak memperkenalkan pasangannya ke keluarga bahkan teman, meskipun hubungan telah berjalan dalam waktu yang tak sebentar. Ini berarti pelaku 'menyimpan' pasangan dalam pocket atau kantong dan tak ingin mempublikasikan hubungan tersebut.

5. Love bombing

Istilah satu ini mungkin terdengar manis, tetapi aslinya tidak. Seperti namanya, pelaku love bombing akan memberikan kasih sayang yang banyak dalam berbagai bentuk. Mulai dari hadiah, waktu, afeksi, gestur, hingga bantuan apapun. Tetapi ketika pelaku mendapatkan rasa percaya dan ketergantungan dari target, maka mereka akan melakukan tindakan manipulatif dengan menjadikan kebaikan-kebaikan sebelumnya sebagai senjata untuk membuat target melakukan apa yang pelaku inginkan.

6. Benching

Dalam bahasa Inggris, bench berarti bangku. Terdapat juga istilah 'benched' dalam konteks olahraga di bahasa Inggris yang berarti seorang atlet 'disimpan' di kursi cadangan dan tidak dimainkan. Dalam istilah percintaan kekinian, arti benching kurang lebih mirip, yakni ketika seseorang 'menyimpan' orang lain sebagai pasangan cadangan dan opsi jika hubungan yang tengah dijalaninya gagal. Pelaku benching menginginkan target 'menunggunya', tetapi tak ingin target memiliki hubungan lain 'sembari menunggu'.

7. Orbiting

Istilah satu ini mendeskripsikan tindakan seseorang dari masa lalu, bisa jadi mantan kekasih ataupun orang yang pernah dekat, yang masih 'mengorbit' dengan melihat postingan media sosial kita seperti Instagram Story atau unggahan feeds, hingga memberikan likes. 

8. Breadcrumbing

Breadcrumbing adalah tindakan memberikan perhatian secara online kepada orang dengan menginisiasi pembicaraan, memberikan likes, memberikan komentar, dan lain-lain yang konsisten, tetapi tidak memiliki niat untuk melanjutkan hubungan lebih dalam. Ketika target memberikan respon ketertarikan, pelaku breadcrumbing akan pergi.

9. Cloaking

Cloaking adalah istilah lain dari ghosting, tetapi lebih jahat. Jika ghosting hanya merupakan tindakan meninggalkan sebuah hubungan secara tiba-tiba tanpa kejelasan, maka tindakan cloaking ditambah dengan memblokir seluruh jalur hubungan yang dimiliki dengan orang tersebut. Dengan begitu, cloaking lebih kejam dan tega karena pasangan tidak memiliki jalur untuk menghubunginya kembali.

Kenali  Ini 13 Dating Terms Terkini yang Digunakan Kalangan Generasi Z
Ilustrasi perempuan yang menjadi korban cloaking. (Foto: pexels/Andrea Piacquadio)

10. Monkey Branching

Istilah satu ini dapat dikatakan cukup unik karena namanya. Tetapi nama tersebut mencerminkan definisinya, yakni ketika seseorang melompat dari satu hubungan ke hubungan lainnya layaknya monyet yang bergelantungan dari pohon ke pohon. 

Seseorang yang melakukan monkey branching umumnya belum selesai dengan hubungan lamanya, namun sudah mencari pasangan baru seperti monyet yang telah memegang tangkai selanjutnya tetapi belum melepaskan tangkai sebelumnya saat bergelantungan. Pelaku monkey branching tidak peduli akan perasaan pasangan lamanya dan tidak memiliki rasa penyesalan.

11. Roaching

Roaching memiliki arti orang yang menyembunyikan fakta bahwa dirinya memiliki hubungan serius dengan seseorang kepada orang lain yang didekati. Kepada target baru, pelaku roaching akan bersikap seakan-akan tertarik untuk menjalin hubungan yang lebih dalam. Tetapi ketika target baru tersebut mengetahui bahwa pelaku memiliki hubungan lain yang ternyata serius, pelaku akan mengatakan bahwa ia tak merasa bahwa ia dan target memiliki hubungan yang lebih. Istilah ini muncul karena ketika kita melihat satu kecoak di rumah, berarti terdapat beberapa kecoak lainnya yang bersembunyi.

12. Micro-cheating

Seperti namanya, micro-cheating merupakan tindakan selingkuh yang kecil atau micro. Jenis selingkuh ini tidak melibatkan keintiman fisik, melainkan keintiman emosional dan psikologis. Pada awalnya, pelaku micro-cheating tidak berniat berselingkuh, melainkan hanya mencari perhatian dari orang lain. Dari sesuatu yang bersifat harmless, jika berlanjut dapat semakin dalam dan menyakiti hati pasangan.

13. Simping

Jika banyak dari istilah-istilah baru ini lebih mengarah kepada hal negatif, simping mengarah pada hal yang positif. Ketika seseorang bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan perhatian dari orang yang disukai atau disayang. 

Istilah ini dapat berlaku pada sebuah hubungan pendekatan baru, maupun hubungan yang telah terjalin. Secara umum, simping dapat dikatakan mirip dengan perilaku bucin (budak cinta) yang populer digunakan di Indonesia untuk mendeskripsikan orang yang rela melakukan apapun untuk pasangannya. [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic