Kenapa Banyak Startup Lakukan PHK?

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Jika sebelumnya bekerja di perusahaan rintisan atau startup adalah idaman, kini justru itu memunculkan kekhawatiran. Betapa tidak, ribuan pekerja kini kehilangan pekerjaan setelah adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Foto: Ilustrasi PHK (freepik.com photo by DCStudio)

Beberapa startup  yang telah melakukan PHK antara lain LinkAja, Shopee, TaniHub, Tokocrypto dan GoTo. Tak hanya melakukan PHK, beberapa startup bahkan harus gulung tikar. Misalnya Fabelio, startup furnitur yang menutup seluruh unit usahanya di Indonesia.

PHK massal perusahaan startup tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut Crunchbase News, hingga pertengahan November 2022, lebih dari 73.000 pekerja di AS telah di-PHK.

Lantas mengapa ini terjadi?

Antisipasi Tahun 2023

Melansir CNBC Indonesia, Partner of Indogen Capital, Halim Hartono mengungkap bahwa salah satu alasan terjadinya PHK massal di perusahaan startup adalah sebuah antisipasi menghadapi 2023 di mana sebagian besar negara di dunia diprediksi mengalami resesi.

“Kalau bapak-ibu lihat, startup banyak layoff, bukan berarti startup tidak bagus. Melainkan karena kondisi pasar. Mereka mempersiapkan strategi,” kata Halim.

Ketergantungan Pada Investor

Selain itu, ketergantungan penuh pada pendanaan dari luar melalui penggalangan dana, investor pribadi, dan pinjaman untuk biaya operasional perusahaan menjadi alasan banyaknya PHK.

“Memang dana dari investor sangat berguna jika ingin ekspansi, tapi tentunya tidak bisa selalu mengandalkan pihak luar. Startup ini harus bisa menghitung kapan perusahaan bisa mandiri, break even point, mengembalikan dana pinjaman dari investor dan mulai meraup untung,” kata Hendra Setiawan Boen, analis dan praktisi hukum restrukturisasi utang Frans & Setiawan dalam keterangan tertulis, dikutip dari Antara.

Pendanaan startup biasanya berasal dari modal ventura asing. Namun, seiring ancaman resesi global, tak sedikit aliran modal dari luar negeri ikut terganggu. Meski sudah menjanjikan dana, banyak ventura asing tidak jadi memberikan modal.

Transaksi Menurun

Pandemi Covid-19 telah meningkatkan digitalisasi secara cepat yang mendorong pertumbuhan startup. Melansir katadata.co.id, akibat pertumbuhan yang masif tersebut para startup pun agresif merekrut pekerja guna memenuhi kebutuhan konsumen. Namun, transaksi mulai menurun ketika kasus positif Covid-19 berkurang dan aktivitas di luar rumah kembali meningkat.

“Pandemi Covid-19 ini juga cukup lama ada gelombangnya dan itu mungkin yang terbawa pada beberapa startup yang tidak membuat perencanaan dengan baik, sehingga terjadilah PHK,” ujar Italo Gani, Managing Partner Impactto.id dikutip dari katadata.co.id.

Persaingan Tidak Sehat

Untuk mendapatkan konsumen, banyak startup bersaing melalui perang promo dan suku bunga tinggi atau dikenal dengan istilah bakar uang. Misalnya, potongan harga besar-besaran dan tawaran gratis ongkos kirim.  Ini juga termasuk dengan iklan besar-besaran menggunakan nama artis besar.

Strategi perang diskon yang salah ini membuat banyak startup berguguran. Yang bisa bertahan hanyalah startup yang memiliki modal besar. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you