
ThePhrase.id – Apakah kamu pernah terjebak dalam kemacetan panjang, tetapi setelah melewatinya, tak ada kejadian atau situasi spesifik yang menyebabkan kemacetan terjadi? Fenomena ini memiliki nama sendiri, yakni phantom traffic atau yang disebut juga dengan traffic jam ghost.
Selain kedua nama tersebut, fenomena ini juga sering disebut dengan kemacetan semu karena kejadiannya yang semu, seolah terjadi sesuatu yang menyebabkan kemacetan seperti kecelakaan, tetapi ternyata tak ada kejadian apa pun.
Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Secara garis besar, phantom traffic terjadi karena perilaku berkendara yang tidak konsisten. Beberapa contohnya adalah mengganti jalur mendadak, sering melakukan pengereman, tiba-tiba mempercepat akselerasi, dan tidak menjaga jarak aman.
Jika satu mobil melakukan pola berkendara seperti di atas, misalnya menginjak rem tiba-tiba, maka mobil di belakangnya akan ikut melambat, begitu juga mobil di belakangnya lagi dan seterusnya. Karena ini, terbentuklah sebuah kemacetan yang tidak disebabkan oleh kejadian besar.
Phantom traffic disebut juga dengan traffic waves dan stop waves karena efek gelombang atau efek domino yang ditimbulkannya. Bayangkan sebuah gelombang, apabila ada satu kendaraan di depan yang cara berkendaranya kurang stabil, maka dapat berdampak pada sejumlah kendaraan di belakangnya. Di mana dampak ini merupakan hambatan kemacetan yang makin bergelombang ke belakang.
Fenomena ini dapat terjadi di jalan tol maupun di jalan raya yang ramai. Namun, gelombang kemacetan tanpa sebab ini lebih sering muncul di jalan tol. Pasalnya, jalan tol dirancang sebagai jalan bebas hambatan dan memiliki jalan yang relatif hanya lurus. Sayangnya, masih banyak pengendara yang tidak mengindahkan tujuan utama dari jalan tol ini dengan perilaku berkendara yang menghambat.
Dilansir dari laman resmi Toyota, salah satu contoh konkretnya adalah mobil yang melaju dengan kecepatan di bawah yang seharusnya. Jalan tol luar kota memiliki kecepatan minimal 80 km/jam, tetapi jika ada kendaraan di lajur ketiga dengan kecepatan di bawah itu, maka dapat membuat mobil di belakangnya melambat dan menimbulkan efek gelombang ke mobil-mobil di belakangnya.
Selain itu, mobil-mobil yang menggunakan bahu jalan bukan dalam keadaan darurat juga dapat memicu phantom traffic karena ketika ada halangan di depan, mereka akan "memaksa" masuk ke lajur normal. Hal ini membuat mobil di lajur lambat akan mengurangi kecepatan bahkan berhenti, yang mana juga akan berpengaruh ke mobil lainnya.
Secara keseluruhan, phantom traffic terjadi karena sebuah kendaraan yang memperlambat kendaraannya, melakukan rem mendadak, berpindah-pindah jalur, dan bahkan berhenti tanpa alasan jelas dan mengakibatkan efek berantai berupa hambatan.
Untuk mencegah menjadi penyebab phantom traffic terjadi, berkendaralah dengan baik dan tertib, terutama apabila melaju di jalan tol yang memiliki jarak kecepatan minimal dan sejumlah aturan. Menjaga kecepatan, jarak aman, serta berkendara dengan kesadaran tinggi menjadi tips untuk menghindari terjadinya phantom traffic. [rk]