figure

Kisah Alfath Qornain Isnan Yuliadi, Anak Tukang Bangunan yang Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM

Penulis Rahma K
Apr 13, 2026
Alfath Qornain Isnan Yuliadi. (Foto: ugm.ac.id)
Alfath Qornain Isnan Yuliadi. (Foto: ugm.ac.id)

ThePhrase.id – Tak semua perjalanan menuju kesuksesan dimulai dari latar belakang yang dianggap "unggul" oleh banyak orang. Bagi Alfath, langkahnya justru berangkat dari kesederhanaan, yakni sebagai anak tukang bangunan dan lulusan SMK. Namun, siapa sangka, perjalanan itu membawanya hingga ke salah satu universitas top Indonesia dan mengantarkannya meraih berbagai prestasi yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Alfath Qornain Isnan Yuliadi adalah nama lengkapnya. Ia adalah seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah.

Tumbuh di keluarga sederhana, di mana sang ayah berprofesi sebagai tukang bangunan, membuat Alfath tak dibesarkan dengan pendidikan sebagai fokus utama dalam hidup. Ia sengaja diarahkan untuk masuk SMK daripada SMA agar dapat segera bekerja setelah lulus.

Kendati demikian, Alfath memiliki pemikiran yang berbeda dari seluruh anggota keluarganya. Baginya, menempuh pendidikan tinggi di bangku kuliah menjadi langkah yang membuatnya bisa berkembang. Hal ini ia sampaikan kepada sang ayah ketika meminta izin untuk melanjutkan pendidikan setelah SMK.

"Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah," kenangnya, dikutip dari laman resmi UGM.

Kisah Alfath Qornain Isnan Yuliadi  Anak Tukang Bangunan yang Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Alfath Qornain Isnan Yuliadi. (Foto: ugm.ac.id/Firsto)

Alfath memberanikan diri untuk meminta restu kepada kedua orang tuanya, meskipun ia mengetahui bahwa di balik keyakinannya untuk melanjutkan pendidikan, ada pertimbangan ekonomi yang tidak sederhana. Terlebih lagi, ia adalah anak kedua dari enam bersaudara. Keputusannya untuk tak langsung bekerja akan berdampak pada kondisi keluarga.

Pada awalnya, ia dihadang keraguan orang tuanya sendiri. Pasalnya, tak ada satu pun anggota keluarganya yang pernah mencicipi bangku kuliah. Namun, pendiriannya tak goyah. Ia bahkan membiayai sendiri langkahnya untuk menuju kampus impian.

Sejak kelas dua SMK, ia turun langsung ke proyek bersama sang ayah. Menggali fondasi, mengangkat material, hingga mengalami kecelakaan kerja, yakni jatuh dari lantai dua proyek bangunan, telah ia lakoni demi tidak meminta uang pada orang tuanya.

Meski upahnya tak besar, yaitu sekitar Rp50 ribu per hari, tetapi baginya jumlah tersebut cukup untuk bekal mendaftar UTBK dan memenuhi kebutuhan sekolahnya dulu. Di sela kesibukan mencari uang, ia juga tak lupa menyisihkan waktu untuk belajar, terutama menjelang ujian.

Kisah Alfath Qornain Isnan Yuliadi  Anak Tukang Bangunan yang Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Alfath Qornain Isnan Yuliadi. (Foto: ugm.ac.id/Dok. Alfath)

Hari pengumuman hasil seleksi UTBK menjadi titik balik dalam hidupnya. Ketika dinyatakan lolos ke UGM, ia segera memeluk sang ibu dan kakek. Seluruh anggota keluarganya pun bangga, karena ia menjadi orang pertama di keluarganya yang masuk kuliah.

Ketika perjuangannya berbuah manis, Alfath tak menyia-nyiakannya. Di bangku kuliah, ia yang dulunya introvert dan hanya fokus pada akademik, kini aktif berorganisasi, mengikuti berbagai kompetisi, hingga dipercaya untuk memimpin BSO di Sekolah Vokasi.

Tak disangka, tekadnya untuk aktif di kampus membuahkan 15 kemenangan di perlombaan tingkat nasional dan internasional. Ia bahkan sempat melangkah sebagai finalis pada sebuah kompetisi di Nanyang Technological University, Singapura.

Puncak prestasinya ia raih ketika mendapatkan penghargaan sebagai Insan Berprestasi UGM pada 2025 berkat berbagai capaian yang telah ia torehkan sebagai mahasiswa yang mewakili UGM.

Perjalanan Alfath yang penuh dengan kepercayaan diri dan tekad kuat menjadi bukti bahwa latar belakang bukanlah batas yang menahan seseorang untuk berkembang. Dari siswa SMK yang sempat diragukan, ia kini menjadi mahasiswa berprestasi yang menginspirasi. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic