figure

Kisah Felix Degei, Lulusan Adelaide yang Pilih Jadi Guru Honorer Demi Majukan Pendidikan di Papua

Penulis Rahma K
Apr 20, 2026
Felix Degei. (Foto: YouTube/LPDP RI)
Felix Degei. (Foto: YouTube/LPDP RI)

ThePhrase.id – Tak semua orang memilih kembali ke kampung halamannya setelah meraih kesempatan besar di luar negeri. Namun, Felix Degei justru mengambil jalan berbeda. Lulusan Adelaide ini memutuskan pulang ke tanah kelahirannya dan mengabdikan diri sebagai guru honorer, demi satu tujuan sederhana tapi berdampak besar, yakni memajukan pendidikan anak-anak di Papua.

Setelah lulus dari University of Adelaide yang berlokasi di Adelaide, Australia, Felix kebanjiran tawaran mulai dari menjadi dosen tetap di Universitas Cenderawasih, hingga staf atau tenaga ahli dari seorang anggota DPD di Jakarta.

Tawaran yang menjanjikan tersebut cukup menggiurkan, tetapi tak menghilangkan ingatan Felix tentang sulitnya pendidikan di kampung halamannya, yang mana ia rasakan sendiri ketika masih duduk di bangku sekolah. Maka dari itu, bekal ilmunya di bidang pendidikan terasa akan lebih bermanfaat apabila ia gunakan untuk mengajar anak-anak Papua.

Bukan sekadar keinginan belaka, Felix merealisasikan tekad tersebut dengan pulang ke Nabire, Papua Tengah, dan menjadi pengajar di SMA Negeri 1 Plus KPG (Kolese Pendidikan Guru) Nabire sebagai guru honorer di pagi hari, serta mengajar di Unit Pelaksana Program PGSD milik Universitas Cenderawasih di siang hingga sore hari.

Kisah Felix Degei  Lulusan Adelaide yang Pilih Jadi Guru Honorer Demi Majukan Pendidikan di Papua
Felix Degei bersama ibunya ketika ditemui di kediamannya di Nabire, Papua Barat. (Foto: lpdp.kemenkeu.go.id/Lunar Project)

Selain itu, ia juga mengajar di Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) dan menjadi tutor Bahasa Inggris di sekolah persiapan Imam Katolik. Murid-muridnya terdiri dari anak-anak yang berasal dari pedalaman, baik pegunungan maupun pesisir.

Felix mengungkapkan bahwa masih banyak murid SMA di kampung halamannya yang kesulitan baca tulis hingga perkalian. Kompetensinya jauh dari yang seharusnya dimiliki di tingkat SMA. Dengan demikian, tugasnya untuk mendidik dan memajukan pendidikan anak-anak Papua bukanlah perkara mudah. Namun, semua ia lakukan dengan keteguhan hati dan kegigihan.

Bagaimana tidak, Felix ingat betul bagaimana ia harus menempuh jarak 26 kilometer pulang pergi hanya untuk masuk sekolah saat duduk di bangku SD. Terlebih lagi, kala itu, sekolahnya yang berlokasi di Kampung Putaapa hanya menyediakan pendidikan hingga kelas empat.

Untuk melanjutkan pendidikan, ia harus merantau dari rumahnya. Jenjang SMP-nya ditamatkan di SMP YPPK Santo Fransiskus Assisi di Moanemani, yang kini ibu kota Kabupaten Digiyai. Lalu ia merantau lebih jauh ke Nabire untuk bersekolah di SMA YPPK Adhi Luhur.

Selain mendapatkan ilmu, perpindahan wilayah untuk meraih pendidikan tersebut memperluas cakrawala berpikirnya yang kemudian meyakinkan dirinya bahwa anak dari kampung kecil sepertinya dapat menempuh pendidikan yang tinggi.

Kisah Felix Degei  Lulusan Adelaide yang Pilih Jadi Guru Honorer Demi Majukan Pendidikan di Papua
Felix Degei saat menunjukkan ijazah Master of Education di depan kampus University of Adelaide. (Foto: lpdp.kemenkeu.go.id/Dok Pribadi)

Felix kemudian melanjutkan studi S1-nya di Universitas Cenderawasih dan lulus pada tahun 2012. Ia sempat menjadi asisten dosen dan mendapatkan kesempatan untuk kursus bahasa Inggris di Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Denpasar, Bali.

Di Bali, ia mulai mengenal beasiswa internasional yang membuka kegigihannya untuk melanjutkan S2. Dengan tujuan Australia, Felix membidik beasiswa seperti Australia Awards Scholarship (AAS). Sempat gagal tak membuatnya tumbang, justru makin teguh berusaha.

Pada prosesnya, Felix juga mengenal beasiswa LPDP dari pemerintah yang kemudian menjadi jalan keluarnya untuk melanjutkan S2. Ia diterima sebagai awardee LPDP skema Daerah Afirmasi pada tahun 2016.

Sebelum berangkat, ia terlebih dahulu mendapatkan Pengayaan Bahasa di Universitas Negeri Malang, baru bertolak ke Adelaide pada tahun 2017. Setelah menamatkan pendidikan Master of Education, ia memilih untuk kembali ke Indonesia, tetapi bukan ke Jakarta, melainkan kembali ke Papua Tengah untuk mendidik penerusnya. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic