figure

Kisah Hasbi Ridla Ilahi, Wisudawan Tuli Unpad yang Gigih Menuntut Ilmu di Tengah Keterbatasan

Penulis Rahma K
May 12, 2026
Hasbi Ridla Ilahi, wisudawan tuli yang lulus dari program studi Sarjana Terapan Kearsipan Digital Universitas Padjadjaran. (Foto: unpad.ac.id/Jalasenastri Saprala)
Hasbi Ridla Ilahi, wisudawan tuli yang lulus dari program studi Sarjana Terapan Kearsipan Digital Universitas Padjadjaran. (Foto: unpad.ac.id/Jalasenastri Saprala)

ThePhrase.id – Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Padjadjaran (Unpad) yang berlangsung pada Selasa (5/5) menyoroti salah satu wisudawan yang bernama Hasbi Ridla Ilahi. Ia adalah wisudawan Tuli pertama yang dipercaya menyampaikan pidato perwakilan wisudawan di Wisuda Unpad.

Dalam pidatonya, pemuda yang akrab disapa Hasbi itu menceritakan pengalamannya berkuliah di Unpad sebagai seorang penyandang disabilitas. Hasbi mengaku, pada awalnya, ia mengalami hambatan dalam perkuliahan dan keinginan untuk mundur pun sempat terbesit dalam pikirannya.

"Saya seorang Tuli yang mengalami hambatan dalam mengikuti perkuliahan di awal. Ada rasa saya ingin mundur karena merasa tidak sesuai dan saya sulit untuk memahami dosen dan teman-teman saya ketika berbicara," ungkapnya, dikutip dari pidatonya yang diunggah oleh media sosial Unpad.

Meski telah mendapatkan bantuan dari aplikasi transkripsi, Hasbi masih merasa kesulitan karena alat tersebut tak selalu menerjemahkan penjelasan dosen dan juga teman-temannya dengan akurat. Aplikasi transkripsi juga sering kali salah dengar dan tercampur dengan suara lain.

Karena itu, ia sempat merasa putus asa dan menganggap dirinya tidak cocok berada di lingkungan perkuliahan tersebut. "Ketika aplikasi transkripsi yang tidak bisa jelas hasilnya, dan saya merasa saya tidak cocok berada di sini," ujarnya.

Untungnya, Hasbi dikelilingi oleh teman-teman yang peduli. Dilansir dari detikjabar, Hasbi menyampaikan teman-temannya bersedia bergantian menulis rangkuman materi untuknya. Dosen pun berbesar hati untuk mengirimkan PPT dan menjelaskan materi melalui tulisan agar Hasbi tidak tertinggal.

Lebih dari itu, Unpad kemudian juga memberikan fasilitas berupa juru bahasa isyarat mulai semester lima kepada lulusan D4 program studi Kearsipan Digital Unpad tersebut. Dengan panduan juru Bahasa isyarat, Hasbi merasa sangat terbantu dan dapat menyelesaikan perkuliahan dengan IPK yang memuaskan, yakni 3.80.

Menurutnya, sebagai mahasiswa Tuli, ia membutuhkan hak pendidikan dan hak informasi yang setara dengan teman dengar. Pasalnya, ilmu terasa lebih sulit diakses bagi penyandang disabilitas seperti dirinya. Namun, dengan adanya fasilitas yang diberikan universitas, yang mana termasuk langkah menuju inklusivitas, ia menjadi sangat terbantu.

"Dan Alhamdulillah Unpad pun memberikan saya akses bahasa isyarat, ada seorang juru bahasa isyarat yang membantu saya untuk mendapatkan informasi di dalam kelas maupun di luar kelas. Dan Unpad pun sudah berjuang untuk hal itu, terima kasih Unpad. Dan ke depannya kita bisa bersama-sama melangkah lebih inklusif lagi," tuturnya.

Kisah Hasbi Ridla Ilahi  Wisudawan Tuli Unpad yang Gigih Menuntut Ilmu di Tengah Keterbatasan
Hasbi Ridla Ilahi (kiri) saat sidang tugas akhir. (Foto: unpad.ac.id)

Tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya, kisah Hasbi yang diutarakan lewat bahasa isyarat dan disampaikan ulang oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Unit Layanan Disabilitas Unpad, Fransisca Octi, tersebut sukses menyentuh para hadirin, termasuk masyarakat Indonesia yang mendengarkan.

Terakhir, Hasbi menutup pidatonya dengan ungkapan bahwa dirinya bangga dapat mengikuti wisuda bersama teman-teman lainnya, meski dirinya adalah seorang Tuli. Ia juga mendorong teman-teman Tuli lainnya untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Saya Tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua," tutup Hasbi.

Ke depannya, Hasbi yang kini telah bekerja, mengatakan ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S2. Namun, karena terkendala biaya, ia memilih untuk menabung dan terlebih dahulu fokus memperkaya pengalamannya di dunia profesional.

Kegigihan Hasbi dalam bidang akademik dan juga keputusannya untuk tidak menyerah meski mengalami berbagai hambatan menjadi teladan dan inspirasi tersendiri, bahwa disabilitas bukan penghalang untuk terus belajar dan meraih ilmu setinggi-tingginya. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic