
ThePhrase.id – Di tahun 2026 ini, stacked water menjadi salah satu tren minuman 'kesehatan' yang viral di media sosial. Tren minuman ini diminati banyak orang karena tampilannya yang menggugah selera dan potensi kesehatan yang diberikan. Tetapi, apakah stacked water benar-benar sehat?
Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu apa itu stacked water. Sesuai dengan namanya, stacked water adalah air putih yang "ditumpuk" dengan berbagai bahan lain untuk menciptakan sebuah minuman yang menarik, dibandingkan hanya air putih biasa.
Seperti diketahui, orang dewasa membutuhkan asupan air putih minimal dua liter setiap harinya untuk menjaga hidrasi tubuh tetap optimal, memenuhi kebutuhan cairan secara umum, hingga mendukung fungsi berbagai organ tubuh.
Namun, tak sedikit orang di dunia yang sulit untuk mengonsumsi air putih karena air ini tidak memiliki rasa dan membosankan untuk diminum. Untuk mengatasi masalah tersebut, tren stacked water hadir untuk membuat aktivitas hidrasi yang aslinya sederhana, menjadi lebih menyenangkan tanpa harus bergantung pada minuman tinggi gula.
Bahan-bahan tambahan yang dicampurkan pada air putih untuk menciptakan stacked water adalah seperti elektrolit yang berfungsi untuk pemulihan setelah olahraga, kolagen untuk meningkatkan protein, kreatin untuk meningkatkan kekuatan otot, hingga vitamin C untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Selain bahan-bahan dasar tersebut, beberapa ingredients lainnya yang bisa dicampurkan adalah seperti potongan buah, bahan perasa seperti madu, air kelapa, air perasan lemon, cuka sari apel, serta sumber serat tambahan seperti flax seeds atau chia seeds.
Tak terpaku pada beberapa bahan saja, stacked water juga memungkinkan penambahan bahan yang disesuaikan dengan selera, seperti es batu, bubuk spirulina untuk membuat air berwarna biru tetapi menambah khasiat, jahe untuk memberikan tambahan rasa dan manfaat, coconut milk untuk memberikan kekentalan, hingga elektrolit dengan rasa-rasa seperti mangga, jeruk nipis, dan lain-lain.
Salah satu content creator yang populer berkat konten stacked water yang dibuatnya secara rutin adalah @heyjeffreyshouse. Jeffrey rajin membagikan resep stacked water yang bisa menjadi opsi berbeda setiap harinya. Mulai dari yang berwarna hijau, pink, biru, kuning, ungu, hingga oranye, Jeffrey gemar bereksperimen dalam menciptakan stacked water yang beragam.
Setelah mengetahui seluruh hal tentang stacked water, muncul pertanyaan yang mendasar, apakah stacked water benar-benar sehat? Dilansir dari laman Health, stacked water disebut memiliki potensi manfaat seperti sebagai sumber nutrisi dan antioksidan, memiliki rasa yang lebih enak dari air putih, dan menjadi cara yang praktis untuk mengonsumsi suplemen tertentu.
Namun, stacked water juga memiliki potensi kekurangan, yakni tinggi natrium karena bahan seperti elektrolit, tinggi kalori dan karbohidrat apabila dicampur dengan bahan seperti coconut milk dan jus, menyebabkan gangguan pencernaan. Sedangkan jika mengonsumsi serat seperti chia seeds terlalu banyak, mengganggu perut apabila dosis vitamin C terlalu tinggi, dan lain-lain.
Pada dasarnya, "air super" ini bertujuan untuk menghidrasi tubuh, dan bahan-bahan tambahan yang dicampur berfungsi untuk memberikan manfaat ekstra yang menargetkan tujuan tertentu pada tubuh, dan menambahkan rasa serta warna agar air tak lagi membosankan ketika diminum.
Namun, penambahan bahan-bahan yang disebut sebagai booster ini perlu diperhatikan, karena pencampuran produk tanpa memikirkan total asupannya dapat mengakibatkan berbagai permasalahan. Pasalnya, tubuh tak selalu membutuhkan tambahan suplemen pada stacked water ini. [rk]