
ThePhrase.id – Kehamilan bukan hanya soal menunggu hari kelahiran, tetapi juga tentang menikmati prosesnya. Di tengah perubahan fisik dan emosional yang terjadi, banyak pasangan memilih untuk mengambil jeda sejenak lewat sebuah kegiatan yang dinamakan babymoon.
Belakangan ini, babymoon menjadi momen yang dinantikan para ibu hamil dan juga pasangannya. Mengapa? Karena babymoon adalah momen liburan singkat sebelum bayi lahir yang dimaknai sebagai waktu berkualitas dan persiapan mental sebelum menghadapi fase kehidupan baru.
Istilah ini merupakan gabungan dari dua kata, yakni "baby" dan "honeymoon". Jika honeymoon adalah liburan romantis oleh pasangan yang baru menikah, maka dengan menambahkan kata "baby", babymoon berarti menikmati waktu berdua pasangan sebelum bayi lahir.
Tujuan dari babymoon adalah untuk beristirahat, menenangkan pikiran, dan memperkuat ikatan emosional dengan pasangan sebelum kehidupan baru dengan bayi dimulai. Pasalnya, kehadiran bayi akan memakan waktu kedua orang tua dan dapat membuat hubungan menjadi renggang dengan segala jadwal baru yang melelahkan.
Selain itu, untuk para ibu hamil yang bekerja, babymoon bisa menjadi momen rehat dari kesibukan kegiatan sehari-hari yang terdiri dari pekerjaan menumpuk dan juga menghadapi segala gejala yang muncul saat kehamilan seperti mual-mual, mood swing, perubahan nafsu makan, dan lain-lain. Babymoon membantu menghilangkan penat, mengurangi stres, dan memberikan waktu untuk memanjakan diri.
Waktu yang tepat untuk ibu hamil melakukan perjalanan babymoon adalah di trimester kedua, atau sekitar minggu ke-14 hingga 28 kehamilan. Sebab, sepanjang trimester pertama, banyak ibu hamil yang tak dapat menikmati momen kehamilan karena berbagai perubahan dalam tubuhnya, seperti mual-mual, muntah, tak nafsu makan, lemas, dan lain-lain.

Pada trimester kedua, tubuh akan perlahan kembali segar dan ibu hamil bisa melakukan perjalanan dengan lebih tenang. Sementara itu, pertimbangan tak melakukan babymoon di trimester ketiga adalah karena ibu hamil akan lebih mudah lelah, hingga risiko melahirkan prematur lebih besar.
Namun, perlu dicatat bahwa apabila ingin melakukan babymoon, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah ibu cukup kuat untuk bepergian, termasuk moda transportasi apa yang lebih baik digunakan.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan sebelum melakukan babymoon adalah memilih destinasi yang tidak terlalu jauh, dan tidak membuat ibu hamil duduk terlalu lama di mobil, kereta, pesawat, ataupun kapal, demi menghindari kelelahan ekstrem.
Terakhir, pilihlah kegiatan berlibur yang tak terlalu banyak aktivitas dan lebih berfokus pada rehat serta kenyamanan ibu hamil. Hindari agenda padat atau aktivitas fisik yang berat seperti olahraga ekstrem atau perjalanan berpindah-pindah lokasi dalam waktu singkat.
Sebagai gantinya, babymoon bisa diisi dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti menikmati suasana resort, berendam air hangat, membaca buku, berjalan santai di area penginapan, atau menikmati waktu berkualitas bersama pasangan tanpa tekanan jadwal.
Dengan memahami batasan tubuh selama kehamilan dan memilih aktivitas yang tepat, babymoon dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Fokus pada relaksasi, kesehatan, dan kebersamaan membuat momen ini bukan hanya aman, tetapi juga memberikan manfaat emosional sebelum dinamika kehidupan berubah bersama hadirnya buah hati. [rk]