features

Lipsus 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penggantian Kapolri Pemutus dengan Jokowi

Penulis Aswandi AS
Oct 19, 2026
Ilustrasi 2 tahun pemerintahan Prabowo. (Foto: Dok. ThePhrase.id/Ferian Ibrahim)
Ilustrasi 2 tahun pemerintahan Prabowo. (Foto: Dok. ThePhrase.id/Ferian Ibrahim)

ThePhrase.id - Peristiwa politik yang paling menonjol tepat dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Reshuffle Kabinet dan penggantian Kapolri pada tanggal 1 Oktober 2026. Sebuah reshuffle yang disebut sejumlah pengamat sebagai penanda berakhirnya “cawe-cawe” mantan Presiden Jokowi Widodo alias Jokowi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  

“Mungkin Jokowi dan Gibran itu dianggap makin menjadi beban bagi pemerintahan Prabowo. Sampai hari ini, kritik-kritik pemerintahan Prabowo masih banyak dikaitkan dengan Jokowi. Terutama sisa-sisa proses Pemilu kemarin. Karena dua alasan itu saya kira ada istilah penyingkiran Jokowi,” kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI,  di program Bang Don Super Opini, Kamis (15/10/2026).

Pada Reshuffle 1 Oktober 2026, dua punggawa penjaga dinasti Jokowi, yakni Pratikno, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatannya.

Pratikno adalah operator politik keluarga Jokowi yang telah membersamai Jokowi sejak pencalonan Jokowi sebagai Walikota Surakarta pada 2005 lalu. Sementara Listyo Sigit adalah penjaga Jokowi di korp Bhayangkara yang diangkat Jokowi sebagai Kapolri dengan melangkahi 5 angkatan seniornya di Akademi  Kepolisian.  Keduanya diberi pos baru di dalam istana dekat dengan Presiden Prabowo.

 

Baca Selanjutnya: Lipsus 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Program 3 Juta Rumah Apa Kabar?

 

Adapun pejabat yang dilantik pada reshuffle 1 Oktober 2026 adalah:

• Bahlil Lahadalia        : Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
• Sugiono            : Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)
• Dudung Abdurachman    : Menko Bidang Politik dan Keamanan
• Arrmanatha Nasir        : Menteri Luar Negeri
• Muhammad Sarmuji        : Menteri Perindustrian
• Listyo Sigit Prabowo        : Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
• Suyudi Ario Seto        : Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri)
• Komjen Wahyu Hadiningrat    : Wakil Kepala Polri (Wakapolri)
• Dedi Prasetyo            : Kepala Badan Reforma Agraria Nasional

Wakil Menteri Baru:

• Drajad Hari Wibowo        : Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
• Luky Alfirman            : Wakil Menteri Keuangan
• Nurkholish Ibnu Amman    : Wakil Menteri Keuangan
• Muhamad Soleh Mustofa    : Wakil Menteri Pertanian
• Irwan Meilano        : Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan

Reshuffle 1 Oktober ini dinilai sejumlah pihak sebagai pengkondisian pembacaan keputusan tentang status pendidikan Gibran di Mahkamah Konstitusi.  Sebab, 5 hari setelah itu, tepatnya tanggal 6 Oktober 2026, Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara pendidikan Gibran yang diajukan oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya.  Denny mengajukan gugatan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 (PHPU)). Denny meminta Mahkamah mendiskualifikasi pencalonan Gibran Rakabuming Raka karena dianggap tak memenuhi syarat pendidikan calon Wakil Presiden.

Permohonan diajukan pada 10 September 2026 dan resmi diregistrasi MK pada 17 September 2026 dengan nomor perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Sidang pemeriksaan pendahuluan permohonan ini digelar di Mahkamah Konstitusi, Senin malam (21/9/2026).

Meskipun MK menolak permohonan mendiskualifikasi Gibran dalam pencalonanannya di Pilpres 2024, namun MK memutuskan Gibran tidak memiliki ijazah SLTA atau sederajat.

Reshuffle Kedua

Dua minggu setelah reshuffle 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Negara, pada Kamis (15/10). Perombakan ini  adalah reshuffle kedelapan, sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden RI, pada 20 Oktober 2024 lalu.

Pengangkatan pejabat baru kali ini ditetapkan melalui Keppres Nomor 42/M Tahun 2026, Keppres Nomor 113/P Tahun 2026, dan Keppres Nomor 43/M Tahun 2026.

Berikut ini daftar pejabat Kabinet Merah Putih yang dilantik oleh Prabowo pada Kamis (15/10):

1.  Marsekal TNI Yusuf Jauhari: Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan 
    Teknologi.
2.  TNI Richard Taruli Horja Tampubolon: Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan 
     Pembangunan Kekuatan.
3.  Dr. Alim Setiawan Slamet: Wakil Menteri Pertanian.
4.  M. Maulana Bungaran, S.H., M.H.: Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
5.  Letjen TNI Kristomei Sianturi: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
6.  Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko: Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.
7.  Mayjen TNI Sri Yanto: Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga merotasi pimpinan komando TNI, berdasarkan Keppres Nomor 105 dan 106/TNI Tahun 2026. Dua pejabat tinggi TNI yang dilantik hari ini yaitu:

1. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak: Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola 
   Perbatasan dan Daerah Terpencil.
2. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Pengamat Politik dan Militer, DR. Selamat Ginting menyebut pengangkatan Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD, adalah bagian dari upaya Prabowo menggeser jenderal pimpinan TNI yang masih berkait dengan kekuatan  lama. (Aswandi AS)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic