
Thephrase.id - Jauh sebelum polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka, sudah ada polemik ijazah ayahnya, Joko Widodo, terkait dengan keaslian dokumen tersebut.
Dalam konteks politik Indonesia, ijazah menjadi bagian dari persyaratan administratif pencalonan pejabat publik sekaligus simbol legitimasi bagi seseorang yang pernah menduduki jabatan publik, apalagi presiden.
Polemik mengenai ijazah Jokowi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perdebatan itu kembali mengemuka melalui tuduhan bahwa dokumen yang digunakan Jokowi dalam proses pencalonan politiknya tidak autentik.
Pada Juni 2025, nama Pasar Pramuka ikut terseret ke dalam pusaran tersebut. Politikus senior PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi, menyampaikan tuduhan bahwa ijazah yang digunakan Jokowi ketika maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2012 merupakan hasil cetak ulang di kawasan Pasar Pramuka.
Baca Selanjutnya: Lipsus Ijazah Palsu: Gibran, Tanpa Ijazah Sukses Jadi Wapres
Menurut Suryadi, pencetakan itu dilakukan untuk melengkapi dokumen persyaratan pencalonan. Ia juga menyebut sejumlah nama yang menurut pengakuannya berkaitan dengan proses tersebut.
Hubungan polemik ijzah Jokowi dengan Pasar Pramuka kian santer setelah pasar tersebut terbakar pada 2 Desember 2024. Kala itu, si jago merah melalap habis area bekas pasar pojok yang disebut menjadi tempat cetak dan pembuatan dokumen.
Lebih dari 50 kios dilaporkan terbakar dan seorang warga meninggal dunia setelah terjebak di dalam musala. Sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dan api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian.
Banyak yang menduga kebakaran itu sengaja dilakukan untuk menghilangkan bukti yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi. Salah satunya Roy Suryo yang juga sempat mendatangi kawasan tersebut.
Meski beberapa pihak menuding ijazah Jokowi palsu, namun UGM menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli. Menurut keterangan resmi universitas, Jokowi menjalani proses studi sejak 1980 dan diwisuda pada 5 November 1985.
Pada Mei 2025, Bareskrim Polri juga mengumumkan hasil pemeriksaan ijazah asli Jokowi. Kepolisian menyatakan dokumen tersebut identik secara fisik dan teknis dengan ijazah pembanding milik tiga rekan seangkatan, termasuk dari sisi kertas, teknik cetak, tinta, tanda tangan, dan cap.
Berdasarkan hasil penyelidikan itu, polisi menyatakan tidak menemukan unsur tindak pidana pemalsuan dan menghentikan penyelidikan atas laporan tersebut. (M Hafid)