features

Lipsus Kecelakaan Laut: Tragedi 600 Kapal

Penulis Rangga Bijak Aditya
Sep 21, 2026
Ilustrasi kecelakaan laut. (Foto: Dok. ThePhrase.id/Ferian Ibrahim)
Ilustrasi kecelakaan laut. (Foto: Dok. ThePhrase.id/Ferian Ibrahim)

ThePhrase.id - Memasuki September 2026, kecelakaan laut kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kapal mengalami kebakaran, terbalik, hingga tenggelam. Data mencengangkan dilansir Basarnas yang mencatat 601 operasi kecelakaan kapal sepanjang 1 Januari–15 Agustus 2026, dengan 3.607 korban terdampak: 239 meninggal dan 203 masih hilang.

Salah satu kecelakaan besar terjadi pada 2 Agustus 2026, ketika KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, (Kemenhub) kapal tersebut membawa 238 orang yang terdiri atas penumpang dan awak. Seluruhnya berhasil dievakuasi, tetapi lima orang meninggal dunia dan 233 lainnya selamat. Penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berikutnya, pada 12 Agustus 2026, KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran di perairan Bali ketika melayani pelayaran menuju Lombok. Proses pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait. Kemenhub kemudian melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan dan penanganan keadaan darurat kapal.

Baca Selanjutnya: Lipsus Kecelakaan Laut: Tragedi Kapal Tampomas II

Peristiwa terbaru terjadi di Laut Jawa pada 13 September, ketika KM Virgo Transport 8 terbalik dalam cuaca buruk saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal Ro-Ro sepanjang 119 meter, berbobot sekitar 4.277 ton, membawa 243 orang dan 89 kendaraan. Hingga 18 September, tercatat 9 orang meninggal, 108 selamat, dan 126 masih hilang. Kerugian material belum diumumkan secara resmi, sementara kapal telah tenggelam di kedalaman sekitar 40–50 meter.

Rangkaian kecelakaan tersebut mendorong pemerintah memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran. Kemenhub menyatakan evaluasi mencakup akurasi manifes, pemeriksaan muatan, sistem proteksi kebakaran, kesiapan alat keselamatan, stabilitas kapal, hingga kesiapan awak menghadapi keadaan darurat.

Kejadian di Luar Indonesia

Beberapa hari sebelumnya, MV June Aster terbakar di lepas pantai Coron, Filipina, pada 9 September. Kapal membawa 134 orang berdasarkan manifes awal. Data terbaru menyebut 43 selamat, sedikitnya 76 meninggal dan 8 masih hilang. Penyebab kebakaran masih diselidiki dan nilai kerugian kapal belum dipublikasikan.

Di Qingdao, China, Ocean Melody, kapal curah berbendera Liberia sepanjang 190 meter, terbakar ketika menjalani perbaikan di galangan kapal pada 10 September. Dari 42 orang di kapal, 25 meninggal, 5 terluka, sedangkan 12 berhasil dievakuasi. Nilai kerugian belum diumumkan.

Sementara itu, di Vanuatu, MV Matui tenggelam dalam laut bergelombang pada 11 September. Kapal tersebut membawa 53 orang; 14 selamat dan 2 jenazah ditemukan, sementara 37 orang masih hilang ketika pencarian dihentikan. Otoritas juga menyelidiki dugaan pelanggaran aturan keselamatan dan kelebihan muatan.

Rangkaian tragedi tersebut menunjukkan bahwa cuaca ekstrem, kebakaran, kondisi kapal, dan faktor keselamatan operasional masih menjadi tantangan besar bagi pelayaran pada 2026. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic