sportLiga Champions

Luis Enrique Sulap PSG Jadi Mesin Tempur, Lawan Amat Berat Arsenal di Final Liga Champions

Penulis Ahmad Haidir
May 07, 2026
PSG akan melawan Arsenal di partai puncak Liga Champions. Foto X PSG.
PSG akan melawan Arsenal di partai puncak Liga Champions. Foto X PSG.

Thephrase.id - Paris Saint-Germain datang ke final Liga Champions dengan status sebagai tim paling komplet di Eropa setelah keberhasilan mereka menyingkirkan Bayern Munchen lewat agregat 6-5 dalam duel dua leg yang memperlihatkan kualitas menyerang, disiplin bertahan, hingga kekuatan mental skuad racikan Luis Enrique.

Atmosfer Allianz Arena yang dipenuhi koreografi besar bertuliskan "Shoot Us Into The Final" sempat menjadi simbol harapan Bayern Munchen untuk membalikkan keadaan setelah kalah 4-5 di leg pertama.

Akan tetapi, justru PSG yang memberikan pukulan cepat melalui kerja sama Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele pada menit ketiga.

Kvaratskhelia melakukan penetrasi cepat dari sisi lapangan sebelum mengirim umpan matang yang diselesaikan Dembele dengan tendangan keras ke pojok atas gawang Manuel Neuer dalam gol yang langsung mengubah arah pertandingan sejak awal laga.

Gol telat Harry Kane menjelang pertandingan berakhir tidak mampu mengubah situasi bagi Bayern Munchen karena PSG tetap memastikan tiket menuju final Liga Champions kedua secara beruntun sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu setelah menghancurkan Inter Milan 5-0 di partai puncak.

Enrique kembali menjadi figur utama di balik keberhasilan PSG karena juru taktik berkebangsaan Spanyol itu bukan hanya membangun tim kuat secara permainan, tetapi juga mengubah kultur klub yang sebelumnya dipenuhi ego besar ketika Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe masih menjadi wajah utama skuad Paris tersebut.

Nakhoda yang pernah membawa Barcelona juara Liga Champions pada 2015 itu disebut secara tegas meminta seluruh pemain meninggalkan ego pribadi mereka, sementara pemain yang tidak mampu mengikuti arah baru tersebut perlahan tersingkir dari proyek besar yang sedang dibangunnya.

Ulasan BBC, transformasi PSG kini terlihat jelas lewat kombinasi kualitas individu, etos kerja tinggi, dan organisasi pertahanan yang solid dengan Marquinhos menjadi pemimpin utama di lini belakang setelah bertahan sejak didatangkan dari AS Roma pada 2013.

Kapten asal Brasil itu membentuk duet pertahanan yang kokoh bersama Willian Pacho, termasuk ketika mereka mampu membatasi pergerakan Harry Kane sepanjang pertandingan sebelum striker Inggris tersebut mencetak gol pada detik-detik akhir laga.

Di sektor depan, kombinasi Kvaratskhelia dan Dembele menjadi ancaman utama PSG, sementara Desire Doue yang masih berusia 20 tahun terus memberikan tekanan kepada lini belakang Bayern Munchen lewat serangkaian peluang berbahaya sepanjang babak kedua.

Kekuatan PSG juga ditopang lini tengah berisi Vitinha, Fabian Ruiz, dan Joao Neves yang tampil sebagai motor permainan, dengan Ruiz tidak hanya mengawali proses gol Dembele melalui umpan penting, tetapi juga tetap aktif menjalankan tugas defensif sesuai tuntutan Luis Enrique.

PSG memperlihatkan identitas barunya sepanjang babak gugur Liga Champions musim ini ketika mereka mampu menggabungkan permainan menyerang agresif dengan pertahanan disiplin, termasuk saat menyingkirkan Liverpool dan Bayern Munchen,

Selain itu, Luis Enrique disebut berhasil menghapus era pemain penuh ego untuk membangun PSG dengan prinsip kerja keras yang dinilai bisa mendominasi Eropa dalam waktu lama.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic