
ThePhrase.id – Sosok Eunike Tanzil tengah menjadi perbincangan dunia sebagai komposer asal Indonesia yang menggarap ringtone ikonik Samsung terbaru, yakni "Over the Horizon". Tak hanya itu, ia juga memberikan sentuhan budaya lokal lewat suara angklung dalam komposisinya.
Kolaborasi dengan jenama besar asal Korea Selatan tersebut berawal dari video yang diunggahnya pada tahun 2024 lalu. Saat itu, Eunike mengunggah interpretasi ulang atau versi dirinya sendiri atas lagu "Over the Horizon" yang telah menjadi signature sound dari perangkat Samsung Galaxy sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011.
Tak disangka, video yang dibuatnya sebagai bentuk kebebasan kreativitas belaka ternyata dilihat oleh pihak Samsung dan mendapatkan tanggapan positif. Eunike mengaku, pihak Samsung menghubunginya lewat Direct Message (DM) Instagram untuk membuat versi "Over the Horizon" hasil aransemennya sebagai edisi untuk tahun 2026.
Eunike menyebut kesempatan emas ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Terlebih lagi, ia berkesempatan untuk memimpin aransemen ini bersama Royal Philharmonic Orchestra, sebuah orkestra simfoni terkemuka asal Inggris. Proses rekaman juga dilakukan di Abbey Road Studios, studio rekaman legendaris di Inggris yang merupakan studio dari musisi besar seperti The Beatles, Oasis, hingga Adele.
"Menciptakan kembali Over the Horizon 2026 untuk Samsung benar-benar sebuah mimpi yang menjadi kenyataan! Aku tidak hanya berkesempatan untuk membuat ringtone terbaru mereka, tetapi juga mendapatkan kehormatan untuk memimpin dan merekamnya bersama Royal Philharmonic Orchestra di Abbey Road Studios yang legendaris! (Masih tak percaya...)," tulisnya dalam sebuah unggahan di akun Instagram-nya.
Lebih lanjut, Eunike juga mengungkapkan bahwa sejak kecil, ia merupakan penggemar berat dari ponsel seri Samsung Note dan selalu menyukai berbagai versi dari ringtone Over the Horizon. Sehingga, kesempatan ini menjadi sebuah pengalaman yang begitu bermakna bagi dirinya.

Keputusan untuk memasukkan sentuhan musik tradisional Indonesia hadir dari latar belakangnya sebagai orang Indonesia. Eunike mengatakan ingin menangkap keindahan suara alam dengan memadukan tekstur orkestra dengan angklung yang terbuat dari bambu.
"Tumbuh besar di Indonesia, aku beruntung dikelilingi oleh musik klasik dan tradisional Indonesia. Kedua musik ini telah memengaruhi perjalananku sebagai komposer. Jadi, dalam aransemen untuk lagu Over the Horizon tahun 2026 untuk Samsung, aku ingin membawa sedikit nuansa 'rumah',” tuturnya.
“Aku mencoba menangkap keindahan alam dengan memadukan tekstur orkestra dengan angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu. Aku dulu memainkan angklung saat SMA, jadi bisa membawa suara itu ke ringtone baru Samsung terasa sangat istimewa," imbuhnya.
Meski tengah naik daun, ternyata Eunike Tanzil bukanlah sosok baru di industri musik dunia. Ia telah menjadi komposer, pianis, dan produser musik yang bekerja sama dengan sejumlah musisi dunia dan mengeluarkan berbagai karya. Yuk, simak profilnya!

Eunike Tanzil adalah seorang komposer, pianis, dan produser musik yang lahir pada 17 Agustus 1998 dan dibesarkan di Medan, Sumatra Utara. Ia mulai belajar piano dan Electone sejak usia lima tahun. Paparan terhadap dunia musik yang ia dapatkan sejak kecil membuatnya mantap untuk menekuni bidang ini sebagai jalan hidupnya.
Pada tahun 2014, ia pernah mewakili Indonesia di Yamaha Electone Concours Asia-Pacific, dan ketika usianya menginjak 17 tahun, ia pindah ke Amerika Serikat setelah memenangkan beasiswa penuh dari Berklee College of Music, di mana ia mengambil jurusan film scoring and composition.
Setelah lulus pada tahun 2021 dan memperoleh predikat Summa Cum Laude, Eunike kemudian melanjutkan pendidikannya ke Juilliard School dan lulus dengan gelar Master of Music pada bidang komposisi. Saat belajar di sekolah bergengsi Juilliard, ia dibimbing oleh pemenang Academy Award dan Pulitzer Prize, yakni John Corigliano, dan juga oleh John Debney dan Pinar Toprak.

Dalam kiprahnya, ia tercatat telah berpartisipasi dalam pembuatan musik untuk film Be Somebody (2021), The Addams Family 2 (2021), I Wanna Dance With Somebody (2022), Abominable and the Invisible City (2022), dan Asian Persuasion (2023).
Selain itu, musik buatannya juga telah dimainkan oleh beberapa orkestra seperti Los Angeles Philharmonic di Hollywood Bowl, Boston Symphony Orchestra, San Francisco Symphony Orchestra, Indianapolis Symphony Orchestra, Royal Philharmonic Orchestra, National Symphony Orchestra di Kennedy Center, Juilliard Orchestra, dan Deutsches Symphonie-Orchester Berlin.
Sementara itu, sebagai seorang produser musik, ia telah bekerja sama dengan berbagai musisi seperti Laufey, TwoSet Violin, Anna Lapwood, Sophie Kauer, Ray Chen, Jeff Danna, Jhett Tolentino, hingga Feby Putri.
Bukan hanya membuat lagu untuk musisi lain, Eunike juga memiliki album sendiri yang berjudul "The First of Everything" (2025). Album ini merupakan album debutnya yang direkam di Berlin dengan Deutsches Grammophon dan dirilis oleh Symphonie-Orchester Berlin. Album yang berisi 12 lagu ini terinspirasi dari momen-momen pribadi dalam kehidupannya. [rk]