lifestyle

Mengenal Gangguan Tidur Narkolepsi yang Sebabkan Kantuk Berlebihan di Siang Hari

Penulis Rahma K
Dec 31, 2023
Ilustrasi narkolepsi. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi narkolepsi. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

ThePhrase.id – Apakah kamu kerap merasa mengantuk yang berlebihan di siang hari? Atau kamu sering tertidur di berbagai kegiatan secara tiba-tiba? Bisa jadi kamu mengalami gangguan tidur narkolepsi.

Narkolepsi adalah gangguan tidur atau sleep disorder yang berhubungan dan mengganggu sistem saraf. Kondisi ini membuat penderitanya merasa kantuk yang berlebihan di siang hari atau Excessive Daytime Sleepiness (EDS) yang kronis.

Tak hanya itu, penderita narkolepsi juga dapat merasakan serangan tidur, yakni merasa mengantuk dan langsung tertidur di mana saja dan kapan saja tanpa melihat kondisi. Serangan tidur ini juga dapat berlangsung selama beberapa kali dalam satu hari.

Gangguan narkolepsi juga dapat disertai dengan gejala lainnya. Salah satu yang banyak kerjadi adalah katapleksi, yakni kelemahan atau kehilangan kendali pada otot wajah, leher, dan lutut. 

Narkolepsi dengan gejala ini disebut dengan narkolepsi tipe 1, sedangkan yang tidak disertai katapleksi disebut narkolepsi tipe 2.

Selain katapleksi, gejala lain yang juga dirasakan menderita narkolepsi adalah sleep paralysis, yakni kondisi di mana seseorang tak dapat bergerak atau berbicara ketika hendak tertidur atau ketika bangun tidur, halusinasi, dan juga perubahan dalam fase tidur.

Mengenal Gangguan Tidur Narkolepsi yang Sebabkan Kantuk Berlebihan di Siang Hari
Ilustrasi narkolepsi. (Foto: Freepik)

Tentunya jika dibiarkan maka kondisi ini dapat merugikan karena dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Sebagai contoh, jika tiba-tiba mengalami serangan tidur ketika sedang berada di sebuah rapat penting, atau ketika sedang mengerjakan ujian.

Namun sayangnya, belum diketahui penyebab pasti dari narkolepsi. Beberapa perkiraan dari para ahli akan faktor yang membuat seseorang terkena narkolepsi adalah kadar hipokretin yang rendah. Hipokretin adalah zat kimia dalam otak yang mengendalikan waktu tidur.

Selain itu, faktor lain yang diduga menjadi penyebab narkolepsi adalah gen tertentu, riwayat keluarga yang terkena narkolepsi, cedera kepala, tumor otak, dan autoimun. 

Faktor seperti usia, perubahan hormon, stres, perubahan pola tidur secara tiba-tiba juga dapat meningkatkan risiko terjadinya narkolepsi.

Bagaimana jika mengalami narkolepsi? Pengobatan apa yang dapat dilakukan atau dikonsumsi? Sayangnya, karena penyebab narkolepsi sejauh ini belum diketahui secara pasti, maka tak ada obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi gangguan tidur ini.

Tetapi, beberapa perubahan gaya hidup dikatakan dapat membantu meringankan gejala yang terjadi. Beberapa di antaranya adalah seperti menjauhi kafein, alkohol, nikotin, dan rokok, mengontrol pola dan jadwal tidur, menjadwalkan tidur siang, menggunakan stimulan untuk mengobati kantuk, berolahraga secara teratur, dan pola yang baik. 

Perlu diketahui bahwa tindakan pencegahan yang disarankan di atas perlu dilakukan setelah pemeriksaan dokter agar penanganannya lebih akurat. Segera hubungi dokter jika kamu telah mengalami gangguan tidur ini dalam jangka waktu yang lama. [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic