lifestyle

Mengenal Gaya Hidup Conscious Consumption dan Cara Melakukannya

Penulis Rahma K
Sep 16, 2023
Ilustrasi conscious consumption. (Foto: pexels/Gustavo Fring)
Ilustrasi conscious consumption. (Foto: pexels/Gustavo Fring)

ThePhrase.id – Apakah kamu pernah mendengar tentang gaya hidup conscious consumption? Gaya hidup satu ini sedang menjadi tren dan pengikutnya terus meningkat, terutama di kalangan anak muda.

Pada dasarnya, conscious consumption atau kesadaran konsumsi adalah sebuah perilaku yang mempertimbangkan dan mementingkan berbagai aspek seperti lingkungan, sosial, kesehatan, budaya, hingga psikologis dalam membeli sebuah produk.

Sehingga, orang-orang yang mengusung gaya hidup ini tidak membeli suatu hal dengan hanya memikirkan dampak positif yang didapat diri sendiri, tetapi turut mempertimbangkan dampak atas sesuatu yang dikonsumsinya tersebut bagi faktor eksternal seperti yang disebut di atas.

Mempertimbangkan atau memikirkan dampak bagi faktor eksternal dalam hal lingkungan yang dimaksud seperti mempertimbangkan apakah produk yang dibeli ramah lingkungan, hasil daur ulang, produk carbon neutral, sustainable, organik, atau tidak, dan lain-lain.

Selain itu, tindakan mempertimbangkan nilai sosial adalah seperti memikirkan apakah produk yang dibeli memiliki dampak positif bagi masyarakat? Sebagai contoh adalah, apakah perusahaan yang memproduksi barang tersebut mempekerjakan teman-teman difabel, atau menyumbangkan sebagian dari keuntungannya?

Gaya hidup ini bukan hanya diikuti dan digemborkan oleh berbagai instansi dan organisasi di dalam negeri, tetapi di seluruh dunia. Pasalnya, kini semakin banyak orang yang 'melek' akan pentingnya menjaga bumi dan juga memerhatikan kesejahteraan sesama manusia.

Berdasarkan data yang dirilis oleh NielsenIQ di tahun 2023, diketahui terdapat penambahan konsumen sebanyak 46 persen yang mencari merek yang mementingkan sebuah perubahan yang berkelanjutan.

Mengenal Gaya Hidup Conscious Consumption dan Cara Melakukannya
Ilustrasi conscious consumption. (Foto: pexels/Polina Tankilevitch)

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini, konsumen mempertimbangkan dampak suatu produk secara keseluruhan, di mana konsumen akan menilai mulai dari bahan, proses produksi, hingga dampak suatu rantai pasokan terhadap planet, sebelum mengonsumsi atau mengenakan sebuah produk.

Tak berhenti di situ, beberapa penelitian lain juga mengungkapkan hal yang senada. Hasil riset McKinsey (2021) mengatakan bahwa konsumen tidak hanya mementingkan aspek ekonomis dari suatu barang seperti harga, tetapi juga memerhatikan aspek keadilan produk seperti apakah brand membayar pekerja, suplier, dan pihak-pihak yang berkontribusi dalam menciptakan produk tersebut atau tidak.

Accenture (2020) menemukan bahwa 62 persen responden dari penelitiannya menyatakan ingin berfokus pada pola belanja yang lebih memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Maka dari itu, tak heran jika makin banyak perusahaan dari berbagai sektor dan industri yang mulai menggeser keseluruhan perusahaan untuk lebih sustainable dan lebih mementingkan lingkungan. 

Bagaimana cara mengadopsi gaya hidup conscious consumption?

Sama seperti berbagai hal yang memiliki tahapan, mengusung conscious consumption dalam kehidupan sehari-hari turut membutuhkan tahapan. Dari gaya hidup sebelumnya, diperlukan transisi perlahan mulai mempertimbangkan berbagai faktor eksternal di atas saat membeli sebuah produk.

Mulai lah dari langkah yang simpel dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak menggunakan alat makan sekali pakai ketika membeli makanan, dan membawa tas belanja sendiri dan tidak menggunakan plastik dalam berbelanja di mana pun.

Selain itu, ketika ingin membeli barang, jangan impulsif karena sebuah produk memiliki embel-embel 'limited edition', kenali produk terlebih dahulu seperti mempelajari perusahaan yang memproduksinya, hanya membeli produk yang dibutuhkan, dan memerhatikan beberapa hal seperti apakah produk tersebut menggunakan hewan dalam menguji (animal-tested). [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic