lifestyle

Mengenal Hypnic Jerk, Fenomena Tersentak dan Terbangun Kaget Saat Tidur

Penulis Rahma K
Jan 07, 2024
Ilustrasi terbangun saat tidur. (Foto: Freepik/jcomp)
Ilustrasi terbangun saat tidur. (Foto: Freepik/jcomp)

ThePhrase.id – Pernahkah kamu terbangun dari tidur dengan rasa kaget atau tersentak? Banyak orang mengaitkan fenomena ini dengan hal mistis. Padahal, fenomena ini disebut dengan istilah hypnic jerk dan dapat dijelaskan secara medis.

Hypnic jerk bukanlah gangguan tidur, melainkan sebuah fenomena di mana tubuh mengalami kontraksi otot yang kuat secara tidak sadar dan secara tiba-tiba saat sedang tidur. Tak sedikit orang juga merasakan sensasi seperti terjatuh ketika mengalami hal ini.

Kondisi ini umumnya terjadi ketika seseorang mulai terpejam, mulai masuki fase tidur Rapid Eye Movement (REM) atau selama tidur. Orang yang mengalaminya lebih umum dewasa dibandingkan anak-anak.

Soal penyebabnya, dikutip dari berbagai sumber, hypnic jerk dapat terjadi karena adanya perubahan mendadak dalam aktivitas otak saat tidur, sehingga terjadi kontraksi otot secara tiba-tiba. Ini dapat terjadi pada orang tanpa kondisi medis atau penyakit yang mendasarinya.

Tetapi, sejumlah faktor juga berperan dalam menyebabkan hypnic jerk terjadi ketika tidur. Kenali lebih dalam faktor-faktor berikut ini:

1. Stres dan cemas

Tingkat stres dan cemas yang tinggi menjadi salah satu faktor yang mendasarinya seseorang mengalami hypnic jerk. Karena rasa stres dan cemas ini, otak yang seharusnya 'mati' saat tidur menjadi terus bekerja dan tubuh menjadi sulit untuk merasa rileks dan tertidur pulas. Alhasil, kualitas tidur juga tidak bagus dan membuat terbangun dengan tersentak.

2. Lelah dan kurang tidur

Selain stres dan cemas, rasa lelah dan kurang tidur juga berperan dalam terjadinya hypnic jerk. Insomnia yang membuat seseorang kurang tidur dan juga lelah setelah aktivitas yang padat satu hari penuh membuat tubuh kurang rileks, sehingga mengganggu kualitas tidur dengan terbangun dengan kaget.

3. Konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol berlebihan

Mengonsumsi kafein, nikotin seperti dari rokok, hingga alkohol yang berlebihan dan terlalu dengan dengan waktu tidur ternyata turut menjadi penyebab seseorang merasakan hypnic jerk. Zat-zat di atas yang juga disebut sebagai stimulan dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi dan menghambat tubuh untuk tertidur dengan lelap karena membuat otak tetap bekerja aktif.

4. Olahraga malam hari

Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi berolahraga di malam hari yang dekat dengan waktu tidur ternyata justru dapat membuat tidur tidak pulas dan mengalami hypnic jerk. Pasalnya, setelah olahraga otot akan tegang dan otak menjadi aktif, sehingga membutuhkan waktu untuk kembali melemas dan dapat rileks saat tidur. [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic