lifestyleRelationship

Mengenal Maybelatership, Tren Hubungan "Mungkin Nanti" yang Viral di TikTok

Penulis Rahma K
Jun 28, 2026
Ilustrasi maybelatership. (Foto: Magnific/Freepik)
Ilustrasi maybelatership. (Foto: Magnific/Freepik)

ThePhrase.id – Kata "maybelatership" tengah trending di media sosial sebagai istilah yang relatif baru dalam dunia kencan. Istilah ini mengacu pada situasi di mana dua orang yang merasa dekat secara emosional merasa belum bisa berkomitmen dan menunda hubungan menjadi resmi dengan mengatakan "mungkin nanti".

Ramai diperbincangkan di platform TikTok, maybelatership membuat banyak orang bingung karena istilahnya yang terkesan "ada-ada saja". Namun, kenyataannya, banyak orang yang mengalami kondisi ini dalam hubungan percintaan mereka.

Dilansir dari laman VICE, dating coach Noah Heymann mengartikan maybelatership sebagai keterikatan romantis ketika hubungan belum didefinisikan secara gamblang, dan salah satu dari pasangan mengatakan hubungan tersebut memiliki potensi di masa depan.

Pasangan yang menyampaikan hal ini disebut mungkin memiliki motif di baliknya, seperti belum yakin sepenuhnya, membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi calon pasangan, hingga kemungkinan tidak ada niat untuk menjalin hubungan dengan orang tersebut, tetapi ingin melanjutkan hubungan secara kasual.

Secara umum, dalam maybelatership, terdapat satu orang yang lebih tertarik atau terikat dibandingkan orang lainnya. Orang yang lebih tertarik ini ingin hubungan menjadi lebih serius, tetapi pihak lainnya yang juga disebut sebagai pelaku maybelatership, memiliki seribu alasan untuk belum mau melanjutkan hubungan lebih dalam.

Mengutip dari Psychology Today, beberapa kalimat yang kerap dilontarkan oleh pelaku maybelatership adalah seperti "Hubungan ini santai dulu aja ya biar low-pressure", "Aku harus ngelewatin fase hidup ini dulu, baru kita liat nanti ya", "Aku belum siap buat yang lebih dari sekarang", dan "Tapi masih ada kemungkinan buat hubungan yang lebih serius kan?".

Kata-kata di atas merupakan perkataan manis untuk membuat pasangan tetap bertahan dalam hubungan maybelatership. Karena, seperti dijelaskan oleh Heymann, pelaku fenomena ini perlu menawarkan kemungkinan komitmen lebih agar pasangannya lebih yakin, dan percaya mereka tidak hanya sekadar terjebak dalam situationship.

Maybelatership sering kali dikaitkan dengan situationship karena kemiripannya. Namun, keduanya memiliki perbedaan, di mana situationship cenderung menghindari percakapan tentang masa depan, sehingga status hubungan tidak jelas. Sedangkan maybelatership dipandang lebih positif karena ada potensi untuk bergerak maju.

Kendati demikian, potensi tersebut sering kali lebih mengarah ke sesuatu yang semu. Pelaku maybelatership melakukan hal ini karena beberapa alasan. Dilansir dari News18, dunia kencan modern yang telah berubah secara signifikan menjadi latar belakangnya. Kehadiran aplikasi kencan dan media sosial membuat pilihan terasa tak terbatas, sehingga orang lebih mudah menunda komitmen.

Dengan kata lain, berbagai faktor di kehidupan modern membuat banyak orang, terutama Gen Z sebagai mayoritas pelaku dari fenomena ini, menjadi sulit untuk berkomitmen. Alhasil, muncullah berbagai kondisi dalam hubungan dengan beragam istilah seperti maybelatership ini. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic