Mood Swing pada Perempuan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Mengalami perubahan suasana hati dalam waktu yang singkat disebut juga dengan mood swing. Keadaan ini kerap dikaitkan dengan perempuan, meski tak sedikit juga laki-laki yang mengalaminya.

Mood swing pada wanita didasarkan oleh beberapa alasan seperti perubahan hormon. Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan hormon pada wanita dapat mempengaruhi suasana hati sehingga terjadi mood swing. Namun, selain itu, terdapat berbagai alasan lain perempuan mengalami perubahan mood.

Ilustrasi mood swing. (Foto: freepik/cookie_studio)

1. PMS

Premenstrual Syndrome atau lebih dikenal dengan PMS adalah gejala yang dialami perempuan satu hingga dua minggu sebelum menstruasi. Gejalanya antara lain adalah perubahan suasana hati, mudah lelah, perubahan nafsu makan, depresi, kembung, dan lain-lain.

Dilansir dari laman Healthline, sebelum menstruasi, kadar hormon estrogen perempuan dapat naik dan turun secara dramatis. Para ilmuwan menduga ini merupakan penyebab gejala-gejala PMS tersebut terjadi pada perempuan sebelum menstruasi.

2. PMDD

Mirip dengan PMS, PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder) merupakan bagian dari PMS tetapi lebih parah dan langka. PMDD hanya mempengaruhi 4 persen dari perempuan pada usia subur. Gejalanya lebih ekstrem seperti depresi berat dan mudah marah yang lebih parah.

3. Stress

Tidak dapat dipungkiri, stres yang diakibatkan oleh apapun itu dapat merembet ke hal lain, salah satunya adalah ke suasana hati. Perasaan frustasi dan kekhawatiran (anxiety) akibat stres dapat mempengaruhi perubahaan mood, dan bahkan dapat merembet ke masalah psikologis lainnya.

4. Pubertas

Masa pubertas merupakan masa transisi, di mana terdapat berbagai perubahan emosional, fisik, dan psikologis. Perubahan mood yang signifikan serta reaksi emosional yang ‘kurang wajar’ atau ‘kurang dewasa’ merupakan hal yang wajar terjadi dalam fase pubertas.

5. Kehamilan

Ilustrasi mood swing karena kehamilan. (Foto: canva)

Saat perempuan hamil, terdapat perubahan kadar hormon yang menyebabkan perubahan emosi dan suasana hati. Ditambah lagi fisik perempuan yang berubah dapat mempengaruhi psikologis mereka. Stres dapat terjadi dan dapat dengan mudah membuat suasana hati berubah dan mengalami perubahan emosional.

6. Menopause

Selain pubertas, perempuan juga mengalami transisi kedua, yakni menopause. Menjelang menopause, kadar estrogen akan turun dan terjadi perubahan hormon. Seperti PMS, kadar estrogen dan hormon mempengaruhi suasana hati. Mood dapat lebih bergejolak dan mengalami gejala lain seperti insomnia, penurunan gairah seks, dan lain-lain.

Apabila mood swing berlangsung dalam waktu yang cukup sering dan juga tingkat yang berlebihan, maka ada baiknya datang ke psikolog untuk mengetahui sebabnya. Bisa saja bukan karena alasan di atas tetapi karena memiliki gangguan seperti bipolar, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), dan lain-lain.

Eits, tapi jangan sekali-kali self-diagnose atau mendiagnosa diri sendiri memiliki gangguan mental tanpa berkonsultasi pada ahlinya ya. Karena dapat membahayakan seperti mengkonsumsi obat yang tidak terlebih dahulu diresepkan oleh ahlinya.

Ilustrasi sedang depresi mengalami perubahan mood. (Foto: pexels/Liza Summer)

Nah, ternyata ada loh cara untuk mengatasi atau mengurangi perubahan mood yang terjadi seketika. Ada baiknya  melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini:

1. Olahraga rutin

Olahraga memang sangat baik bagi kesehatan fisik. Tetapi olahraga juga sangat baik untuk kesehatan mental karena dapat membantu mengobati dan ‘melupakan’ suasana hati yang sedang berubah-ubah.

Saat berolahraga, tubuh akan menghasilkan hormon dan perasaan baik, serta endorfin yang dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Coba lakukan olahraga sedang 5 hari dalam satu minggu, dan 30 menit tiap sesi.

2. Menghindari kafein, alkohol, dan gula

Kafein, alkohol, dan gula memiliki efek pada tubuh di mana ‘memaksa’ tubuh berbeda dari keadaan alaminya. Dengan begitu, tubuh dapat merasa lelah yang dapat mengubah suasana hati lebih parah. Menghindari atau mengurangi kadar konsumsi ketiga stimulan dan depresan ini dapat membantu mengurangi perubahan mood.

3. Konsumsi suplemen kalsium

Menurut beberapa penelitian, suplemen kalsium dapat mengurangi gejala-gejala seperti depresi, anxiety, dan fluktuasi emosi dari PMS.

Ilustrasi meditasi. (Foto: pexels/Andrea Piacquadio)

4. Ubah pola makan

Makan dalam porsi yang lebih sedikit tetapi beberapa kali dalam sehari dapat membantu mood lebih stabil, ketimbang makan tiga kali sehari tetapi dengan porsi yang besar. Hal ini dikarenakan gula darah bergeser setelah makan dengan porsi banyak, dan dapat berkontribusi pada perubahan emosional. Makan dengan porsi sedikit lebih menstabilkan gula darah dan menjaga suasana hati.

5. Melatih manajemen stres

Stres dan cemas atau anxiety dapat membuat perubahan mood semakin parah. Terlebih lagi jika sedang pada masa PMS. Maka dari itu, cobalah melatih stres yang dinamakan sebagai manajemen stres.

Ambil kendali pada emosi yang ada dalam diri dengan menarik napas dalam-dalam, melakukan meditasi, atau melakukan yoga yang dapat membantu manajemen stres.

6. Tidur lebih cukup

Tanpa kita sadari, tidur dapat menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya adalah perubahan mood yang berlebihan. Tidurlah 7 hingga 8 jam pada malam hari. Apabila mengalami kesulitan untuk tidur, dapat melakukan tips agar mudah tidur. [rk]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you