figure

Namanya Terpampang di Mobil F1 Cadillac, Ini Sosok Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko

Penulis Rahma K
Jan 19, 2026
Stephanus Widjanarko. (Foto: Instagram/stephanuswidjanarko)
Stephanus Widjanarko. (Foto: Instagram/stephanuswidjanarko)

ThePhrase.id – Indonesia tak kehabisan anak bangsa berbakat dan berprestasi. Dari dunia motorsport paling bergengsi di dunia, yakni Formula 1 atau F1, Stephanus Widjanarko mencatatkan namanya sebagai salah satu engineer yang mendesain mobil balap F1.

Lebih tepatnya, Stephanus dipercaya menjadi Lead Engineer Aero Development di Cadillac Formula 1 Team, tim yang akan melangsungkan debutnya di F1 pada musim 2026 ini. Tercatat, ia telah mengemban posisi ini sejak Maret 2025.

Perannya sebagai Lead Engineer Aero Development mencakup desain serta pengembangan elemen aerodinamika mobil balap Cadillac yang menentukan performa mobil tersebut saat dikendarai di lintasan.

Uniknya lagi, sosok Stephanus menjadi viral dan membuat masyarakat Indonesia berdecak kagum karena namanya terpampang pada mobil balap Cadillac yang diperkenalkan sebagai mobil special livery edisi khusus untuk Shakedown Week di Barcelona.

Namanya Terpampang di Mobil F1 Cadillac  Ini Sosok Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko
Mobil balap F1 Cadillac Special Edition testing livery. (Foto: Instagram/cadillac)

Bersama engineer dan orang-orang yang berkontribusi terhadap pembuatan mobil balap Cadillac lainnya, pencantuman nama tersebut merupakan sebuah bentuk penghormatan Cadillac terhadap anggota pendiri tim teknis mereka.

Untuk dapat mencapai titik yang dijalaninya saat ini, perjalanan Stephanus tidaklah mudah. Ia telah memiliki lebih dari 12 tahun pengalaman di bidangnya. Namun, semua bermula dari pendidikan S1-nya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Stephanus adalah alumni Teknik Mesin ITB yang lulus pada tahun 2008. Ia lulus sebagai mahasiswa terbaik Teknik Mesin kelas tahun 2004 dengan IPK 3,95. Satu tahun berselang, ia kemudian melanjutkan studinya di University of Twente, Belanda dari tahun 2009 hingga 2011 pada jurusan Teknik Dinamika Fluida atau Teknik Mesin.

Namanya Terpampang di Mobil F1 Cadillac  Ini Sosok Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko
Stephanus Widjanarko. (Foto: Instagram/stephanuswidjanarko)

Tak langsung berkecimpung di dunia motorsport, Stephanus pernah magang sebagai Drilling Engineer di Chevron Balikpapan setelah lulus dari ITB. Namun, setelah itu ia memfokuskan kariernya ke bidang aerodinamika kendaraan balap.

Saat menempuh pendidikan S2-nya, ia tercatat pernah menjalani magang sebagai Aerodynamics Engineer di Vestas, perusahaan pada industri energi angin di Denmark. Setelah lulus dari University of Twente, ia memulai kariernya di National Aerospace Laboratory Belanda sebagai Applied CFD Engineer.

Ilmu yang telah ditimbanya akhirnya mengantarkan dirinya pada industri F1 di tahun 2013. Lebih tepatnya, ia bekerja dalam tim Scuderia Toro Rosso yang merupakan tim junior dari Red Bull Racing. Awalnya, ia berperan sebagai Computational Fluid Dynamics (CFD) Aerodynamicist. Tugasnya adalah merancang bagian depan mobil balap, berdasarkan aspek aerodinamika, atau secara lebih detail pada bagian front wing, nose, forward barge board, suspension layout, dan tyre shield.

Namanya Terpampang di Mobil F1 Cadillac  Ini Sosok Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko
Stephanus Widjanarko. (Foto: Instagram/stephanuswidjanarko)

Tak langsung berkecimpung di dunia motorsport, Stephanus pernah magang sebagai Drilling Engineer di Chevron Balikpapan setelah lulus dari ITB. Namun, setelah itu ia memfokuskan kariernya ke bidang aerodinamika kendaraan balap.

Saat menempuh pendidikan S2-nya, ia tercatat pernah menjalani magang sebagai Aerodynamics Engineer di Vestas, perusahaan pada industri energi angin di Denmark. Setelah lulus dari University of Twente, ia memulai kariernya di National Aerospace Laboratory Belanda sebagai Applied CFD Engineer.

Ilmu yang telah ditimbanya akhirnya mengantarkan dirinya pada industri F1 di tahun 2013. Lebih tepatnya, ia bekerja dalam tim Scuderia Toro Rosso yang merupakan tim junior dari Red Bull Racing. Awalnya, ia berperan sebagai Computational Fluid Dynamics (CFD) Aerodynamicist. Tugasnya adalah merancang bagian depan mobil balap, berdasarkan aspek aerodinamika, atau secara lebih detail pada bagian front wing, nose, forward barge board, suspension layout, dan tyre shield.

Setelah satu tahun dua bulan, ia berganti role, yakni sebagai Aerodynamicist di tim yang sama selama hampir lima tahun lamanya. Di tahun 2019, Stephanus berpindah tim ke Scuderia AlphaTauri sebagai Senior Aero Performance Engineer hingga tahun 2024.

Sempat menduduki posisi Senior Aero Performance Engineer di tim Visa Cash App RB selama satu tahun, Stephanus kemudian dipercaya menjadi Lead Engineer Aero Development di tim pendatang baru Cadillac sejak Maret 2025.

Diketahui, ketekunan Stephanus untuk menjalani karier di dunia motorsport F1 merupakan perwujudan dari impiannya sejak kecil. Ia mulai menyukai balap mobil, sejak menonton pertandingan F1 bersama sang ayah. [rk]

 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic