lifestyleTravel

Noctourism, Wisata Malam yang Kian Populer di Kalangan Traveler

Penulis Rahma K
May 03, 2026
Ilustrasi aurora borealis. (Foto: Pexels/Joni Tuohimaa)
Ilustrasi aurora borealis. (Foto: Pexels/Joni Tuohimaa)

ThePhrase.id – Apakah kamu pernah mendengar istilah noctourism? Dalam bahasa Indonesia, terminologi ini berarti wisata malam. Kepopuleran berbagai destinasi wisata malam di dunia membuat noctourism menjadi tren dalam berwisata yang makin diminati oleh para wisatawan dalam beberapa tahun belakangan.

Pasalnya, keindahan alam maupun tempat wisata tak hanya dapat dinikmati dalam keadaan terang di bawah sinar matahari. Banyak di antaranya yang bersinar lebih jernih di malam yang gelap dan di bawah gemerlap bintang-bintang, karena membuatnya menjadi pusat perhatian yang lebih terfokus.

Dilansir dari laman National Geographic, menurut survei yang dilakukan Booking.com pada tahun 2024, hampir dua pertiga atau sekitar 62 persen responden dari 33 negara mengatakan noctourism masuk dalam pertimbangan ketika hendak berlibur.

Senada dengan hasil survei tersebut, operator tur Wayfairer Travel juga melaporkan bahwa peminat wisata malam hari meningkat sebesar 25 persen pada tahun 2024. Tren ini berkembang pesat dalam satu tahun terakhir, terutama di kalangan milenial yang menginginkan pengalaman non-alkohol di malam hari.

Menurut laman National Geographic, faktor yang memicu peningkatan ini sederhana. Di era overtourism yang terjadi di kala matahari bersinar, noctourism dapat memberikan perspektif baru terhadap tempat-tempat wisata yang sudah terkenal. 

Noctourism  Wisata Malam yang Kian Populer di Kalangan Traveler
Ilustrasi safari malam. (Foto: Pexels/Andrea Gambirasio)

Suhu yang lebih rendah juga menjadi alasan noctourism makin populer tahun demi tahun. Di beberapa negara dengan suhu tinggi di siang hari, menikmati destinasi wisata terasa mustahil. Maka dari itu, banyak dari wisatawan yang memilih untuk mengunjungi objek wisata setelah matahari terbenam, sekaligus menghindari keramaian.

Beberapa contoh noctourism yang umum dan bisa dilakukan hampir di setiap negara adalah menyaksikan festival lentera, menikmati pemandangan kota dengan gedung-gedung tinggi di malam hari, mengamati arsitektur ikon atau bangunan bersejarah di sebuah kota, hingga tidur di bawah bintang atau stargazing.

Selanjutnya, wisata malam yang lebih spesifik dan hanya bisa dilakukan di beberapa tempat tertentu adalah safari malam. Kegiatan ini tercatat menarik minat yang tinggi, terutama yang dilakukan langsung di habitat asli para satwa, selain di kebun binatang yang menawarkan program wisata malam.

Selain satwa di darat, menyelam untuk melihat biota laut di malam hari lewat kegiatan night diving juga tak kalah populer. Wisata ini bertujuan untuk mengamati berbagai organisme tertentu yang hanya aktif di kegelapan, seperti spesies ikan tertentu.

Di luar itu, terdapat beberapa wisata malam yang tak umum dan hanya bisa dilakukan di negara-negara tertentu tetapi menarik minat yang tinggi. Salah satunya adalah berburu aurora borealis, sebuah fenomena alam yang merupakan pancaran cahaya berwarna-warni yang menari di langit malam. Aurora hanya dapat ditemukan di belahan bumi utara seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia, Alaska, dan Kanada. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic