auto

Orang Tua Harus Tahu, Ini Waktu yang Tepat untuk Ajarkan Anak Berkendara

Penulis Rahma K
Sep 22, 2023
Ilustrasi remaja belajar mobil dengan orang tua. (Foto: pexels/Ron Lach)
Ilustrasi remaja belajar mobil dengan orang tua. (Foto: pexels/Ron Lach)

ThePhrase.id – Di Indonesia, fenomena anak di bawah umur yang telah mengendarai kendaraan pribadi baik motor maupun mobil di sekitar rumah ataupun di jalan raya dapat dengan mudah ditemukan di sekitar kita.

Padahal, salah satu syarat untuk dapat mengendarai kendaraan adalah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Dan SIM dapat diberikan kepada warga negara yang umurnya telah mencukupi atau memenuhi syarat.

Maka dari itu, perilaku berkendara di bawah umur, terutama di jalan raya dapat membahayakan tak hanya diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Sayangnya, masih banyak orang tua yang juga lalai dalam menerapkan pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku ini.

Pasalnya, telah banyak kejadian berbahaya seperti kecelakaan yang terjadi seputar berkendara di bawah umur. Salah satunya yang paling baru adalah aksi anak SMP melakukan freestyle naik motor yang berujung tragis.

Anak SMP tersebut menabrak tembok tempat wudhu yang mana di tempat wudhu tersebut terdapat seorang bocah SD yang tengah mengambil wudhu. Alhasil, saat tembok tersebut rubuh, sang bocah SD tertimpa tembok dan meninggal dunia.

Dari sini, para orang tua dapat mengambil pelajaran untuk tidak mengajarkan dan bahkan memberikan anak kendaraan sebelum waktunya. Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan dan memberikan anak kendaraan? Terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan.

Pertama-tama adalah usia. Usia yang tepat untuk mulai berkendara adalah 17 tahun, seperti ketentuan untuk pembuatan SIM. Karena seperti yang diketahui, untuk berkendara di jalan raya memerlukan SIM.

Peraturan ini tertuang pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 81 yang menyebutkan bahwa persyaratan usia yang layak mendapatkan SIM A (mobil) dan SIM C (motor) adalah minimal 17 tahun.

Selain itu, orang tua juga harus mengetahui apakah anak telah memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi dalam berkendara. Karena, usia remaja adalah masa di mana emosi seseorang belum stabil karena perubahan hormon. 

Hal-hal yang ditakutkan terjadi akibat belum bisa mengontrol emosi adalah seperti tersulut emosi pengendara lain, kebut-kebutan di jalan karena emosi, hingga baku hantam yang dapat merugikan banyak orang.

Selanjutnya, anak juga harus memahami betul aturan dalam berkendara, baik mobil maupun motor. Begitu juga aturan lalu lintas yang harus dipatuhi. Ada baiknya untuk mengajarkan secara text book dan juga saat di jalanan. 

Terakhir, untuk mengajarkan dan memberikan anak untuk mengendarai sepeda motor, pastikan anak juga mengetahui bahaya dan hal-hal yang dapat terjadi jika melakukan hal-hal yang tak semestinya, seperti freestyle sepeda motor, dan lain-lain. [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic