
Thephrase.id - Brooklyn Beckham memecah kebisuannya melalui sebuah pernyataan meledak-ledak di media sosial Instagram yang ditujukan langsung untuk merespons perselisihan panjang dengan kedua orang tuanya, David dan Victoria Beckham.
Melalui rangkaian unggahan tersebut, putra sulung legenda sepak bola Inggris itu menegaskan alasan di balik keputusannya untuk menjauhkan diri dari berbagai agenda formal keluarga termasuk absennya ia dalam perayaan ulang tahun ke-50 sang ayah hingga momen bersejarah kemenangan Inter Miami.
Hubungan yang retak ini dikabarkan telah mencapai titik nadir hingga melibatkan korespondensi hukum antara pihak Brooklyn dengan tim legal orang tuanya, Schillings serta Harbottle & Lewis, sebagai buntut dari konflik yang bermula sejak masa persiapan pernikahannya dengan Nicola Peltz.
Dalam pengakuannya yang emosional, pria berusia 26 tahun ini merasa hidupnya selama ini telah dikendalikan secara penuh oleh narasi media yang disusun orang tuanya demi mempertahankan citra keluarga yang dianggapnya penuh kepalsuan di hadapan publik.
"Saya telah bungkam selama bertahun-tahun dan melakukan segala upaya untuk menjaga masalah ini tetap pribadi, namun sayangnya orang tua saya dan tim mereka terus menerus melapor kepada pers, sehingga tidak meninggalkan pilihan bagi saya selain berbicara sendiri dan mengungkapkan kebenaran tentang beberapa kebohongan yang telah dicetak," tegas Brooklyn.
"Saya tidak ingin berdamai dengan keluarga saya karena saya tidak sedang dikendalikan, melainkan saya sedang membela diri untuk pertama kalinya dalam hidup saya," lanjutnya.
"Sepanjang hidup saya, orang tua saya telah mengendalikan narasi di pers tentang keluarga kami, di mana unggahan media sosial yang hanya bersifat sandiwara, acara keluarga, dan hubungan yang tidak autentik telah menjadi bagian tetap dari kehidupan tempat saya dilahirkan," sambungnya.
"Baru-baru ini, saya melihat dengan mata kepala sendiri sejauh mana mereka bersedia menyebarkan kebohongan yang tak terhitung jumlahnya di media, yang sebagian besar merugikan orang-orang yang tidak bersalah, hanya demi menjaga fasad mereka sendiri, tetapi saya percaya kebenaran akan selalu terungkap," tambahnya.
Brooklyn secara spesifik menyoroti bagaimana Victoria Beckham melabelinya dengan sebutan "jahat" hanya karena ia memilih untuk mendudukkan neneknya yang telah menjanda di meja utama saat pesta pernikahan berlangsung.
Kekecewaan Brooklyn semakin mendalam ketika ia mengungkapkan adanya upaya intimidasi dan suap dari orang tuanya beberapa minggu sebelum pernikahan agar ia bersedia menandatangani dokumen yang menyerahkan hak atas nama belakangnya kepada mereka.
Ketegangan di hari pernikahan pun memuncak saat Victoria dituduh menyabotase momen dansa romantis pertama pasangan tersebut dengan mengambil alih panggung secara tidak pantas setelah Nicola batal mengenakan gaun rancangan ibu mertuannya karena pembatalan sepihak di saat-saat terakhir.
"Orang tua saya telah berusaha tanpa henti untuk menghancurkan hubungan saya sejak sebelum pernikahan saya, dan hal itu belum berhenti sampai sekarang," kata Brooklyn.
"Ibu saya membatalkan pembuatan gaun Nicola di saat-saat terakhir meskipun ia sangat bersemangat untuk mengenakan desainnya, sehingga memaksa Nicola untuk segera mencari gaun baru. Beberapa minggu sebelum hari besar kami, orang tua saya berulang kali menekan dan mencoba menyuap saya agar melepaskan hak atas nama saya, yang mana hal itu akan berdampak pada saya, istri saya, dan anak-anak kami di masa depan."
"Mereka bersikeras agar saya menandatanganinya sebelum tanggal pernikahan karena saat itulah ketentuan kesepakatan akan dimulai, namun penolakan saya memengaruhi pembayaran mereka, dan sejak saat itu mereka tidak pernah memperlakukan saya dengan cara yang sama."
"Selama perencanaan pernikahan, ibu saya bertindak sangat jauh dengan menyebut saya 'jahat' karena Nicola dan saya memilih untuk menyertakan Nenek Sandra saya, dan Nenek Nicola di meja kami, karena mereka berdua tidak memiliki suami, padahal kedua orang tua kami memiliki meja masing-masing yang letaknya sama-sama berdekatan dengan meja kami," tegasnya.
Lebih menyakitkan lagi, Brooklyn menceritakan bagaimana anggota keluarganya sendiri secara terang-terangan menyebut Nicola "bukan darah daging" mereka tepat satu malam sebelum janji suci pernikahan diucapkan.
Bahkan saat Brooklyn mencoba memperbaiki hubungan dengan terbang ke London untuk ulang tahun ayahnya, ia mengaku diabaikan selama seminggu di hotel dan hanya diizinkan bertemu jika bersedia tampil di depan kamera dalam pesta mewah yang dipenuhi sorotan media.
Pria yang kini merintis bisnis Cloud 23 itu juga memaparkan bahwa adiknya telah diperalat untuk menyerangnya di media sosial sebelum akhirnya memutus komunikasi total, sebuah tindakan yang ia anggap sebagai pengorbanan demi menjaga keutuhan "Brand Beckham".
"Malam sebelum pernikahan kami, anggota keluarga saya memberi tahu saya bahwa Nicola 'bukanlah darah' dan 'bukan keluarga', dan sejak saat saya mulai membela diri terhadap keluarga, saya menerima serangan tanpa henti dari orang tua saya, baik secara pribadi maupun publik, yang dikirimkan ke pers atas perintah mereka," ucap Brooklyn.
"Bahkan adik-adik saya dikirim untuk menyerang saya di media sosial, sebelum akhirnya mereka memblokir saya secara tiba-tiba pada musim panas lalu. Ibu saya membajak dansa pertama saya dengan istri saya, yang telah direncanakan berminggu-minggu sebelumnya dengan lagu cinta yang romantis, di mana di depan 500 tamu pernikahan kami, Marc Anthony memanggil saya ke atas panggung yang seharusnya dijadwalkan untuk dansa romantis saya dengan istri saya, tetapi sebaliknya ibu saya sudah menunggu untuk berdansa dengan saya dan dia menari dengan cara yang sangat tidak pantas pada saya di depan semua orang," bebernya.
Brooklyn mengklaim bahwa segala bentuk kecemasan yang menghantuinya sejak kecil kini telah sirna setelah ia berani menentukan pilihan hidupnya sendiri dan memilih privasi serta kebahagiaan bersama istrinya jauh dari manipulasi citra.

"Istri saya terus-menerus tidak dihormati oleh keluarga saya, tidak peduli seberapa keras kami telah mencoba untuk bersatu sebagai satu kesatuan. Ibu saya telah berulang kali mengundang wanita-wanita dari masa lalu saya ke dalam kehidupan kami dengan cara yang jelas-jelas dimaksudkan untuk membuat kami berdua merasa tidak nyaman," papar Brooklyn.
Terlepas dari hal ini, kami tetap pergi ke London untuk ulang tahun ayah saya dan ditolak selama seminggu saat kami menunggu di kamar hotel mencoba merencanakan waktu berkualitas bersamanya, namun ia menolak semua upaya kami, kecuali jika itu dilakukan di pesta ulang tahun besarnya dengan ratusan tamu dan kamera di setiap sudut," ucapnya.
"Ketika dia akhirnya setuju untuk menemui saya, itu di bawah syarat bahwa Nicola tidak diundang, yang merupakan sebuah tamparan keras bagi saya, dan kemudian ketika keluarga saya bepergian ke LA, mereka menolak untuk menemui saya sama sekali. Keluarga saya menghargai promosi publik dan dukungan iklan di atas segalanya, di mana Brand Beckham adalah prioritas utama dan 'kasih sayang' keluarga ditentukan oleh seberapa banyak Anda mengunggah di media sosial, atau seberapa cepat Anda meninggalkan segalanya untuk muncul dan berpose dalam pemotretan keluarga, bahkan jika itu mengorbankan kewajiban profesional kami."
"Kami telah berusaha keras selama bertahun-tahun untuk hadir dan mendukung di setiap peragaan busana, setiap pesta, dan setiap aktivitas pers untuk menunjukkan 'keluarga sempurna kami', tetapi satu kali istri saya meminta dukungan ibu saya untuk menyelamatkan anjing-anjing yang telantar akibat kebakaran LA, dia menolak."
"Narasi bahwa istri saya mengendalikan saya adalah sepenuhnya terbalik karena saya telah dikendalikan oleh orang tua saya hampir sepanjang hidup saya. Saya tumbuh dengan kecemasan yang luar biasa, namun untuk pertama kalinya dalam hidup saya, kecemasan itu telah menghilang. Saya bangun setiap pagi dengan rasa syukur atas kehidupan yang saya pilih dan telah menemukan kedamaian serta kelegaan karena istri saya dan saya tidak menginginkan kehidupan yang dibentuk oleh citra, pers, atau manipulasi, yang kami inginkan hanyalah kedamaian, privasi, dan kebahagiaan untuk keluarga masa depan kami," tandasnya.