auto

Penjualan Moncer di 2025, BYD Geser Tahta Tesla sebagai Produsen EV Terbesar Dunia

Penulis Rahma K
Jan 09, 2026
Logo BYD (kiri) dan Tesla (kanan). (Foto: Dok. ThePhrase.id & tesla.com)
Logo BYD (kiri) dan Tesla (kanan). (Foto: Dok. ThePhrase.id & tesla.com)

ThePhrase.id – Brand otomotif asal Tiongkok, BYD, semakin memperkuat posisinya di pasar global. Hal ini tercermin dari keberhasilannya menyalip Tesla, merek kendaraan listrik terkemuka asal Amerika Serikat, sebagai produsen Electric Vehicle (EV) terbesar di dunia pada tahun 2025.

Dilansir dari Electrek, BYD merilis data penjualannya selama tahun 2025 yang mencapai 2.254.714 unit terjual. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 27,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) untuk jajaran kendaraan listrik bertenaga baterai dari merek ini.

Sementara itu, Tesla melaporkan sebanyak 1.636.129 pengiriman selama satu tahun penuh pada 2025 lalu. Ini menandai adanya penurunan sekitar sembilan persen dari tahun 2024. Selain itu, ini juga berarti BYD sukses melampaui penjualan kendaraan listrik Tesla lebih dari 600.000 unit.

Melansir Antara, penurunan penjualan Tesla selama tahun 2025 terlihat jelas pada September 2025, setelah pemerintah mencabut insentif pajak yang menjadi faktor pendorong konsumen Amerika Serikat untuk membeli kendaraan listrik. Alhasil, penjualan pada kuartal keempat terjun bebas hingga sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.

Sebagai catatan, jumlah 2,2 juta unit penjualan BYD di atas hanyalah penjualan kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (EV). Secara total, penjualan BYD mencapai 4.550.036 unit di tahun 2025, yang terdiri dari BEV dan Plug-in Hybrid (PHEV).

Di luar angka secara global, BYD juga membukukan pencapaian gemilang di tahun 2025 lalu dengan penjualan di luar Tiongkok yang melampaui satu juta unit untuk pertama kalinya. Jumlah ini mencatatkan peningkatan sebesar 150 persen dari tahun sebelumnya.

BYD yang terus berinovasi dengan model-model baru dan juga pembaruan dari model yang telah ada berperan penting terhadap peningkatan signifikan ini. Di sisi lain, Tesla dinilai mengalami kesulitan untuk mendongkrak penjualan dengan lini kendaraannya yang 'usang'.

Tesla Model Y dan Model 3 yang telah diperbarui disebut membantu jumlah penjualan, tetapi kurangnya model generasi berikutnya dan juga opsi model yang lebih murah dianalisis menjadi salah satu penyebab menyusutnya volume penjualan pada tahun 2025. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic