figure

Perempuan di Balik Kendali MRT: Kisah Amelia Khairani Menembus Batas di Dunia Transportasi

Penulis Rahma K
Apr 27, 2026
Amelia Khairani Sutrisno. (Foto: mediakeuangan.kemenkeu.go.id)
Amelia Khairani Sutrisno. (Foto: mediakeuangan.kemenkeu.go.id)

ThePhrase.id – Setiap bulan April, Indonesia memperingati semangat perjuangan perempuan lewat Hari Kartini pada tanggal 21, sekaligus mengapresiasi peran sektor transportasi dalam kehidupan sehari-hari pada tanggal 24 lewat Hari Transportasi Nasional.

Di antara dua momen ini, sosok Amelia Khairani Sutrisno hadir sebagai representasi nyata perempuan masa kini yang tak hanya berkarya, tetapi juga menembus batas di dunia yang selama ini identik dengan laki-laki: mesin dan transportasi.

Perempuan yang akrab disapa Amelia ini berprofesi sebagai masinis MRT Jakarta. Bukan sekadar masinis biasa, ia merupakan satu dari delapan perempuan yang termasuk dalam angkatan pertama masinis perempuan MRT Jakarta yang diterima pada tahun 2018.

Mengemban titel tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi siapa pun. Terlebih lagi, ia harus menghadapi keraguan dari berbagai pihak yang mempertanyakan kemampuannya dan besarnya tanggung jawab dirinya sebagai seorang masinis perempuan.

Untungnya, Amelia tak berkecil hati, ia melihat kepercayaan yang diberikan padanya dari sudut pandang yang berbeda. Baginya, profesi masinis tidaklah berhubungan dengan gender, tetapi tentang kedisiplinan, konsentrasi, dan tanggung jawab.

Dalam kata lain, dengan sorotan tersebut, maka baik laki-laki maupun perempuan bisa menjalankan profesi sebagai masinis, asalkan memiliki kualifikasi tersebut.

Bagi perempuan asal Tulungagung, Jawa Timur ini, kedisiplinan, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan konsistensi adalah nilai-nilai dalam hidup yang telah tertanam dalam dirinya sejak kecil. Pasalnya, ia adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan ibu yang bekerja sebagai perawat.

Oleh karena itu, karakternya telah terbentuk sejak kecil, tanpa mengetahui bahwa kelak, kepribadian tersebut dibutuhkan dalam menjalankan kehidupan profesionalnya sebagai seorang masinis.

Dilansir dari wawancaranya dengan Media Keuangan (MK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Amelia mengatakan tak pernah membayangkan dirinya akan bekerja di dunia kereta api. Saat kecil, cita-citanya adalah menjadi dokter, mengikuti jejak sang ibu di bidang kesehatan.

Namun, perjalanan pendidikannya mengantarkan dirinya ke Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur. Bukan karena alasan spesifik, Amelia mengaku mengikuti beberapa seleksi sekolah kedinasan, tetapi pada akhirnya memilih PPI karena pertimbangan praktis, yakni sekolah yang memberi peluang karier lebih jelas setelah lulus.

Meski pada awalnya masuk dalam dunia perkeretaapian bukan karena passion, setelah terjun, mendalami pendidikan, dan mengikuti berbagai praktik kerja lapangan di sejumlah wilayah, pandangannya mulai terbuka. Ia mulai melihat betapa pentingnya peran transportasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Maka dari itu, ketika kesempatan seleksi pelatihan masinis dari MRT Jakarta dibuka untuk pertama kalinya, ia tanpa ragu ikut serta dan menjadi salah satu taruna PPI yang beruntung karena diterima dan terpilih menjadi salah satu kandidat pelatihan train driver.

Kini, Amelia telah menjalani karier sebagai masinis MRT Jakarta selama beberapa tahun. Tetapi, keinginannya untuk terus belajar tak padam. Untuk memenuhi impiannya melanjutkan sekolah, Amelia mengikuti seleksi LPDP dengan memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar agar diterima.

Perjuangannya berbuah manis, ia dinyatakan lolos seleksi dan program beasiswa dari pemerintah ini menjadi bekalnya melanjutkan studi di University of Birmingham, Inggris, salah satu pusat studi perkeretaapian di dunia.

Tetapi baginya, lolos beasiswa LPDP bukanlah titik akhir perjuangan, tetapi tanggung jawab baru yang harus ia kembalikan dalam bentuk manfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang didapatkannya setelah menjalani pendidikan.

Amelia memiliki mimpi yang terdengar sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan transportasi di dalam negeri. Ia berharap sistem transportasi nasional dapat terintegrasi dengan baik, yakni mampu menghubungkan kota, wilayah, bahkan antarpulau dan dengan mudah dapat dijangkau oleh masyarakat. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic