
Thephrase.id - Premier League memastikan akan meluncurkan platform streaming mandiri bernama Premier League+ yang memungkinkan penonton di Singapura menyaksikan seluruh pertandingan dan berbagai konten resmi mulai musim depan tanpa melalui penyiar televisi konvensional.
Peluncuran layanan yang sempat dijuluki "Premflix" itu diumumkan langsung oleh Chief Executive Premier League, Richard Masters, dalam forum Business of Football Summit yang digelar Financial Times di London, sekaligus membuka peluang ekspansi model serupa ke berbagai negara apabila uji coba berjalan sukses.
"Kami telah menciptakan layanan direct-to-consumer mulai musim depan Premier League+ alih-alih Premflix dan untuk pertama kalinya, Premier League akan memiliki pelanggan sendiri serta menangani promosi, penetapan harga, tingkat berhenti berlangganan, dan distribusi," beber Masters.
"Kami ingin membangun bisnis ini, tetapi juga ingin belajar bagaimana model tersebut dapat direplikasi di seluruh dunia," tegasnya.
"Ini adalah aplikasi baru yang dapat diunduh dan digunakan di smart TV maupun laptop, untuk menyaksikan 380 pertandingan serta berbagai konten pendukung, layanan kanal 24 jam, dan ini akan menjadi produk yang menarik," lanjutnya.
Platform tersebut akan diluncurkan melalui kerja sama dengan StarHub yang saat ini memegang hak siar Premier League di Singapura dalam kontrak berdurasi enam tahun.
Di sisi lain, Ketua Independent Football Regulator, David Kogan, memperingatkan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan finansial antara Premier League dan English Football League semakin menipis, seraya menyebut kondisi keuangan sepak bola Inggris berada di ambang krisis.
"Kami memiliki kewenangan nyata untuk melakukan intervensi jika sepak bola tidak dapat mencapai kesepakatan, yang disebut sebagai klausul backstop," paparnya.
"Namun saya harus mengatakan kepada Anda, sebagai seseorang yang telah terlibat dalam sepak bola sejak 1999, akan menjadi kegagalan besar bagi sepak bola jika tidak memanfaatkan momentum ini dan keluar dari kebuntuan yang saat ini terjadi," sambungnya.
"Jika Anda menginginkan contoh mengapa kami ada, lihat situasi dalam 24 jam terakhir di Sheffield Wednesday; ini adalah salah satu nama terbesar dan paling bergengsi dalam sepak bola Inggris, salah satu pendiri sepak bola Inggris dan Premier League, yang telah menghabiskan dua atau tiga tahun terakhir dalam kekacauan total, termasuk kemarin," tandasnya.