
ThePhrase.id – Setelah sukses membintangi drama Korea Can This Love Be Translated? (2026) yang tayang di Netflix pada Januari tahun ini, aktris Lee Yi Dam kembali menyapa penggemarnya lewat serial The Art of Sarah (2026) yang dirilis pada 13 Februari.
Dalam serial Can This Love Be Translated?, Lee Yi Dam berperan sebagai seorang produser program televisi yang berkepribadian periang. Berbeda jauh, di The Art of Sarah, ia menunjukkan skill aktingnya sebagai pengrajin tas palsu yang tak memiliki identitas resmi dan menjadi salah satu korban dari Sarah Kim, sang pemeran utama.
Kemampuan transformasi akting Lee Yi Dam yang luwes, ekspresif, dan meyakinkan membuat namanya semakin diperhitungkan di industri hiburan. Ia mampu menampilkan spektrum emosi yang kontras, dari karakter hangat dan ceria hingga sosok penuh luka dan misteri, tanpa kehilangan kedalaman peran. Alhasil, setiap penampilannya selalu menghadirkan nuansa baru yang memikat penonton.

Terlebih lagi, kedua serial di atas merupakan judul-judul populer yang telah ditunggu-tunggu penggemar drama Korea sebelum resmi tayang, dan langsung viral ketika akhirnya dirilis di Netflix. Kedua judul tersebut juga langsung masuk dalam daftar Netflix Global Top 10 di minggu awal tayang.
Tak heran jika nama Lee Yi Dam kini naik daun dan makin dikenal di kancah global. Agar lebih kenal dengan sang aktris, yuk simak profilnya!
Lee Yi Dam lahir dengan nama asli Baek Hye Won pada 20 Mei 1996. Namun, ia menggunakan nama panggung Lee Yi Dam atau Lee E Dam di industri hiburan Korea Selatan.
Sang aktris mulai menemukan ketertarikan dalam berakting setelah menonton sebuah drama berjudul Palace. Untuk menekuni minat tersebut, ia bergabung dengan klub teater di SMA, lebih tepatnya di Seomun Girls' High School, dan menikmati berbagai tugas dan proyek dalam klub tersebut.

Setelah lulus SMA, Lee Yi Dam mengejar mimpinya untuk masuk industri hiburan dengan melakukan audisi untuk peran-peran kecil. Pada tahun 2017, ia mendapatkan peran pertamanya di sebuah film pendek berjudul Two Lights: Relumino.
Perlahan, ia membangun namanya meski harus merasakan jatuh bangun ditolak dalam audisi. Peran berikutnya yang ia dapatkan adalah pada film pendek The Tale of Mari and Yimae (2019). Tak disangka, film pendek ini terpilih sebagai finalis di kompetisi Bucheon International Fantastic Film Festival 2021. Karena itu, kemampuan aktingnya mulai masuk radar sineas dan penggemar seni peran.
Pada tahun 2021, ia juga direkrut untuk masuk dalam agensi Studio Santa Claus Entertainment yang kemudian mempromosikan dirinya sebagai aktris pendatang baru. Ia lalu mendapatkan beberapa peran seperti pada serial Voice 4 (2021) dan Artificial City (2021-2022).

Lee Yi Dam mendapatkan umpan balik yang positif dari perannya sebagai bagian dari pemeran utama di serial Artificial City. Perannya dinilai dapat menggambarkan emosi kompleks karakter yang dibawakan, serta gaya aktingnya disebut dewasa dan memikat.
Aktris yang kini berada di bawah naungan agensi Ghost Studio ini kemudian meraih kepopuleran global perdananya setelah membintangi serial orisinal Netflix yang berjudul Black Knight (2023). Dalam serial tersebut, ia menunjukkan bakatnya dalam adegan aksi yang melibatkan pertarungan tangan kosong hingga senjata api.
Setelahnya, Lee Yi Dam rajin tampil di berbagai serial orisinal Netflix, seperti Daily Dose of Sunshine (2023) yang membuahkan nominasi Baeksang Arts Awards pertamanya, Can This Love Be Translated? (2026), hingga yang terbaru The Art of Sarah (2026).
Namun, ia juga tampil di serial televisi ikonik The Queen Who Crowns (2025) yang populer. Perannya sebagai pelayan ratu di drama historikal ini membuahkan nominasi penghargaan Blue Dragon Series Awards pertamanya pada tahun 2025. [rk]