
ThePhrase.id – Pada periode mudik, baik pada arus keberangkatan maupun arus balik, penuhnya rest area menjadi permasalahan yang terus terjadi setiap tahun. Padahal, rest area adalah salah satu titik krusial yang dibutuhkan pemudik di jalan tol.
Karena penuhnya tempat peristirahatan ini, pengelola jalan tol memutuskan untuk memberlakukan buka-tutup pada beberapa rest area. Fungsinya adalah untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Secara umum, rest area di jalan tol yang diperuntukkan sebagai tempat istirahat pengendara memang cukup untuk mengakomodasi pengguna jalan tol. Namun, di periode Lebaran, jumlahnya masih terhitung jauh dari cukup untuk menampung para pemudik yang terus meningkat setiap tahunnya.
Membludaknya rest area ini menimbulkan efek domino yang cukup membahayakan. Pemudik yang tak kedapatan tempat di rest area banyak yang memilih untuk berhenti di bahu jalan dan hal ini diikuti oleh banyak pemudik lainnya. Fenomena ini membahayakan, baik bagi pengendara yang berhenti maupun pengguna jalan yang melintas.
Seperti diketahui, bahu jalan diperuntukkan untuk keadaan darurat, seperti kendaraan mogok, serta sebagai jalur kendaraan darurat seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan mobil patroli.

Dilansir dari Antara, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan agar para pemudik tidak beristirahat di bahu jalan karena berbahaya dan menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas, serta menambah kemacetan.
Lantas, apa yang harus dilakukan pemudik apabila tak dapat masuk ke rest area dan tidak diperbolehkan untuk berhenti di bahu jalan?
Melansir laman resmi Toyota, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi "ketergantungan" terhadap rest area di jalan tol. Pertama, untuk mengantisipasi kehabisan bahan bakar, jangan tunda mengisi bensin dan pastikan level bahan bakar selalu dalam posisi penuh.
Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan tanpa mengisi bahan bakar, keluar dari jalan tol menjadi solusi yang paling memungkinkan. Tetapi, ada baiknya untuk mencari terlebih dahulu SPBU terdekat di luar tol agar dapat menentukan pintu keluar terdekat.
Ketika keluar dari jalan tol, manfaatkan fasilitas yang dapat digunakan seperti toilet, serta rumah makan untuk mengurangi kebutuhan berhenti di rest area ketika telah kembali masuk ke jalan tol. Di tempat peristirahatan di luar jalan tol, pengemudi juga bisa beristirahat terlebih dahulu untuk melepas kantuk dan lelah.
Selain keluar dari jalan tol, solusi untuk mengatasi pengemudi yang lelah dan mengantuk adalah bergantian dengan pengemudi lain. Pastikan untuk berkendara dengan dua atau lebih orang yang bisa menyetir agar dapat bergantian.
Terakhir, dengan mengetahui kondisi ini, pengemudi harus merencanakan perjalanan dengan bijak dan cermat agar tidak terjebak di permasalahan seperti kehabisan bensin atau kelelahan ketika rest area penuh atau ditutup. [rk]