
ThePhrase.id – Siapa sangka jika deretan mahkota mewah hingga aksesori avant-garde yang dikenakan oleh selebriti dunia seperti Madonna, Lady Gaga, Beyoncé, Kylie Jenner, Ariana Grande, Paris Hilton, dan Nicki Minaj lahir dari tangan seorang pria asal Medan yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang mode?
Rinaldy Yunardi, atau yang akrab disapa Yung Yung, adalah bukti nyata bahwa kombinasi antara ketekunan, intuisi, dan keberanian mengeksplorasi ketidakmungkinan bisa membawa nama Indonesia melesat di panggung mode global.
Lahir pada 13 Desember 1970, Rinaldy dibesarkan dalam keluarga yang akrab dengan dunia kerajinan tangan, di mana sang ayah memproduksi tas sekolah dan kerajinan kulit. Menginjak usia remaja, ia merantau ke Jakarta dan menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap panggung peragaan busana.
Selepas SMA, ia memulai langkah hidupnya yang penuh naik-turun, mulai dari menjadi seorang tenaga pemasaran di sebuah perusahaan ban mobil, hingga mencoba peruntungan memasarkan gaun pengantin milik seorang desainer lokal.
Momen titik balik dalam hidupnya ia alami pada tahun 1995 saat bekerja di pabrik elektronik milik sang kakak. Suatu hari, ia menemukan beberapa lembar akrilik dan pemotong kawat di pabrik. Didorong oleh memori masa kecil tentang kerajinan tangan, ia mulai memotong, membengkokkan, dan merangkai bahan-bahan kaku tersebut hingga menjadi sebuah mahkota tiruan bergaya Victoria.
Karya eksperimental pertamanya itu kemudian ia tunjukkan kepada perancang busana kenamaan Sebastian Gunawan dan Didi Budiardjo. Kedua desainer tersebut langsung menangkap bakat dan kreativitas dari Rinaldy.
Alhasil, Rinaldy diajak berkolaborasi untuk menyempurnakan koleksi gaun kedua desainer tersebut di atas panggung peragaan busana. Sejak saat itu, label Rinaldy A. Yunardi resmi lahir, menjadi pelopor lini aksesori mode mewah di Indonesia.
Perjalanan Rinaldy tidak selalu berjalan mulus, tetapi kegigihannya membuatnya terus naik kelas. Dedikasinya yang tanpa batas menarik perhatian industri internasional, terutama setelah ia bergabung dengan The Clique, sebuah firma kehumasan dan konsultasi fashion berbasis di Hong Kong pada tahun 2016.
Lewat kolaborasi strategis ini, karya-karya ajaibnya mulai melanglang buana, menghiasi kepala para diva internasional, melenggang di ajang Met Gala, hingga menjadi satu-satunya desainer aksesori yang tergabung sebagai anggota Asian Couture Federation.
Puncak pengakuan dunia terhadap keahliannya terukir lewat kompetisi bergengsi World of WearableArt (WOW), di mana ia mencetak sejarah dengan memenangkan Supreme WOW Award berkali-kali melalui mahakarya legendaris seperti "Cosmos", "Encapsulate", dan "The Lady Warrior".

Selain itu, ia juga merupakan pemenang sejumlah penghargaan lain seperti Designer of the Year dari Insert Awards 2016, Jakarta Fashion & Food Festival Fashion Icon Award 2017, Forbes Indonesia "Rising Global Stars" Award 2017, MNC Fashion Category Lifetime Achievement 2018, dan lain-lain.
Baru-baru ini, sosok Rinaldy kembali naik daun berkat karyanya yang dikenakan oleh pasangan selebriti Syifa Hadju dan El Rumi pada hari pernikahan keduanya yang bernuansa Jawa. Ia dipercaya merancang perhiasan pengantin dan aksesori adat untuk keduanya.
Tak hanya itu, Rinaldy juga tengah menyita perhatian dunia setelah dipercaya untuk ketiga kalinya oleh Shakira. Dalam video klip lagu kolaborasi Anitta dan Shakira yang berjudul "Choka Choka", sang penyanyi terlihat mengenakan hiasan kepala karya Rinaldy.
Dilansir dari Antara, Rinaldy mengaku tak pernah bercita-cita menjadi seorang desainer, terlebih lagi menyangka akan menapaki perjalanan karier yang impresif di dunia mode. Namun, ia bersyukur atas pencapaiannya saat ini dan juga atas apresiasi yang diraihnya. [rk]