figure

Saeedah Haque, Desainer Otodidak yang Bawa Abaya ke Panggung Global Lewat Gaya Streetwear

Penulis Rahma K
May 07, 2026
Saeedah Haque. (Foto: Instagram/saeedahhaque/noorunisa)
Saeedah Haque. (Foto: Instagram/saeedahhaque/noorunisa)

ThePhrase.id – Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Hal ini dibuktikan oleh Saeedah Haque yang sukses menggabungkan gaya busana streetwear yang santai, kasual, dan ekspresif, dengan abaya, busana tradisional jubah longgar khas Timur Tengah yang umum digunakan perempuan.

Bukan hanya menggabungkan keduanya menjadi gaya berpakaian yang digemari muslimah muda, Saeedah juga mendirikan label busana yang menggunakan namanya, Saeedah Haque, serta meniti karier sebagai seorang desainer.

Seperti diketahui, abaya adalah busana khas wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang menutup seluruh tubuh. Oleh karena itu, abaya dikategorikan sebagai modest wear atau pakaian yang santun karena serba tertutup.

Meski kini abaya makin beragam, tetapi Saeedah merasakan bahwa abaya lebih berfokus pada penampilan feminin tradisional dan lebih banyak yang diperuntukkan untuk acara-acara tertentu. Menurutnya, belum ada abaya di pasaran yang sesuai dengan gayanya dan yang memiliki kepraktisan untuk digunakan sehari-hari, baik untuk bekerja maupun bepergian ke luar.

Saeedah Haque  Desainer Otodidak yang Bawa Abaya ke Panggung Global Lewat Gaya Streetwear
Saeedah Haque. (Foto: Instagram/saeedahhaque)

Maka dari itu, desainer asal London, Inggris, tersebut berinisiatif untuk mendirikan labelnya sendiri agar dapat memproduksi pakaian yang tetap modest, tetapi dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan diri sekaligus memenuhi fungsionalitas yang dibutuhkan para perempuan muslim muda.

Soal mengapa ia memilih mengombinasikan abaya dengan gaya streetwear, Saeedah mengatakan bahwa style ini memiliki kepraktisan untuk digunakan sehari-hari. Walaupun streetwear sering dipandang sebagai pakaian yang digunakan para hypebeast, baginya streetwear lebih dari itu.

"Streetwear lebih dari sekadar penampilan merek besar. Ini adalah konsep yang menggabungkan techwear, pakaian olahraga, dan gaya hidup urban. Beberapa tahun lalu saya membeli jaket Blocktech dari Uniqlo, dan dengan adanya kantong yang dalam, kerah yang tinggi, dan daya tahan yang bagus berarti saya tidak perlu membawa tas atau menggantinya tiap tahun. Ini perubahan kecil tetapi praktis. Saya ingin orang-orang merasa seperti ini ketika mengenakan abaya saya," jelasnya, dikutip dari wawancaranya dengan Majalah Grazia.

Saeedah Haque  Desainer Otodidak yang Bawa Abaya ke Panggung Global Lewat Gaya Streetwear
Beberapa koleksi Saeedah Haque. (Foto: Instagram/saeedahhaque)

Lebih dari sekadar membuat pakaian untuk mengekspresikan diri, Saeedah mengungkapkan bahwa tujuan besarnya dari mendirikan label ini adalah untuk membantu perempuan di negara-negara kurang berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di industri tekstil. Dengan demikian, ia menggabungkan minat di bidang fesyen dengan advokasinya pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Uniknya, Saeedah bukanlah lulusan bidang fesyen, melainkan bidang Geografi Manusia di perguruan tinggi. Namun, setelah lulus, ia bekerja sebagai intern di berbagai merek, termasuk rumah mode seperti Sabyasachi Mukherjee, dan di London Modest Fashion Week pertama di Saatchi Gallery. Ia juga mempelajari dunia mode secara otodidak melalui YouTube.

Kendati demikian, tekadnya yang kuat dan keseriusannya menggarap label ini membuatnya berhasil dikenal luas. Keberaniannya mendobrak stigma abaya sebagai pakaian tradisional Muslim dan mendefinisikan ulang sebagai pakaian modern bergaya streetwear, Saeedah menarik perhatian dunia.

Tak hanya membuat orang-orang membeli koleksinya, tetapi juga mengundang brand-brand besar untuk bekerja sama dengannya, hingga diakui oleh majalah bergengsi seperti Forbes.

Saeedah Haque  Desainer Otodidak yang Bawa Abaya ke Panggung Global Lewat Gaya Streetwear
Saeedah Haque. (Foto: Instagram/saeedahhaque)

Pada tahun 2023, Saeedah digandeng oleh Nike lewat kolaborasi abaya dan niqab sporty pertama untuk brand asal Amerika Serikat tersebut. Ia didapuk sebagai desainer yang merancang koleksi yang diluncurkan bersamaan dengan momentum Piala Dunia Wanita tersebut.

Berselang satu tahun, Saeedah berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Eropa kategori Art & Culture. Ia diakui sebagai desainer otodidak asal London yang meluncurkan label fesyennya sendiri dan menawarkan pakaian muslimah untuk generasi muda perempuan Muslim.

Baru-baru ini, ia juga digaet oleh brand kosmetik dan skincare lokal asal Indonesia, yakni Wardah untuk menjadi New Global Wardah Brave Beauty. Wardah menonjolkan Saeedah sebagai sosok yang berani melakukan perbedaan dan mengubah apa yang dulunya merupakan batasan menjadi bentuk ekspresi yang kuat.

"Melalui fesyen, ia mengekspresikan siapa dirinya. Dengan caranya sendiri, ia melihat segala sesuatu secara berbeda. Mengubah apa yang dulunya dianggap sebagai batasan, menjadi bentuk ekspresi. Karena setiap perubahan dimulai dengan satu langkah, bahkan yang terkecil sekalipun," jelas Wardah. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic