
ThePhrase.id - Agatha Chelsea bukanlah nama baru di industri hiburan tanah air. Ia adalah seorang penyanyi, penulis lagu, pemeran, presenter, dan juga model yang telah menggeluti profesinya sejak masih berusia tujuh tahun, lebih tepatnya di tahun 2008.
Tak hanya memiliki suara merdu, pandai berakting, dan berparas menawan, Agatha juga merupakan pribadi yang cerdas dengan kemauan yang tinggi untuk terus menimba ilmu. Hal ini dibuktikan lewat keberhasilan terbarunya diterima di empat universitas ternama dunia untuk pendidikan S2.
Sebagai prestasi yang impresif, Agatha menuai berbagai reaksi positif mulai dari sanjungan hingga rasa kagum dari para penggemar dan juga masyarakat Indonesia secara umum. Pasalnya, keempat universitas yang menerimanya adalah Harvard University, Columbia University, New York University, dan National University of Singapore.

Lewat akun Instagram pribadinya, Agatha menyampaikan pencapaian ini dengan sedikit menceritakan bahwa setelah lulus S1 pada tahun 2022 lalu, ia memutuskan untuk tak langsung melanjutkan studi S2 karena ingin bekerja terlebih dahulu.
"Perjalanan berlanjut, aku akan melanjutkan S2! Sejak menyelesaikan gelar sarjana, sebagian dari diriku tahu bahwa aku ingin terus belajar. Tetapi setelah beberapa pertimbangan, aku memilih untuk tidak langsung kembali kuliah dan menghabiskan waktu untuk bekerja dulu," tulisnya.
Meski pengalamannya bekerja memberikan berbagai pelajaran baginya, mulai dari perspektif, pengalaman dunia nyata, dan juga pemahaman yang lebih jelas tentang pertanyaan-pertanyaannya, ia masih memiliki keinginan untuk melanjutkan studi.

"Aku menemukan arah yang sekarang terasa sangat bermakna bagiku: menjembatani ilmu pembelajaran dan media. Memahami bagaimana orang belajar, kemudian menerjemahkan wawasan itu lewat storytelling dan hiburan yang membantu orang berpikir dan berkembang. Kesadaran itu yang membuatku mantap melanjutkan kuliah," lanjutnya.
Agatha mengaku sempat kurang percaya diri dengan dua pilihan utamanya, yakni Harvard dan Columbia karena keduanya adalah Ivy League yang menjadi mimpi banyak orang. Tetapi, ia berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan diterima di keduanya. Lalu dari keempat universitas top dunia tersebut, pilihan Agatha kemudian jatuh pada Harvard University.
Di kampus yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, tersebut ia akan mempelajari Learning Design, Innovation, and Technology pada Harvard Graduate School of Education sebagai mahasiswa tahun akademik 2026-2027.

Agatha Chelsea Terriyanto lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Desember 2001. Ia pertama kali muncul di industri hiburan lewat ajang Idola Cilik musim kedua (2008-2009) dan ketiga (2009-2010), tetapi ia belum berhasil lolos.
Keberuntungan kemudian berpihak padanya di Idola Cilik musim keempat (2012-2013) karena ia berhasil lolos dan meraih juara tiga, serta menjadi finalis perempuan terakhir yang tereliminasi. Setelah lulus dari Idola Cilik, ia merilis single dalam album kompilasi Kids From The Star pada tahun 2014 dan mendapatkan penghargaan pertamanya untuk kategori Artis Cilik Terdahsyat di Dahsyatnya Awards 2014.
Kecil-kecil cabe rawit, meski baru berusia belasan tahun, Agatha telah memberanikan diri untuk mengeksplor kemampuan dirinya. Di Idola Cilik musim kelima (2015-2016) ia menjadi ko-presenter bersama Ayu Dewi dan Bianca Liza, serta menjadi ko-presenter Indonesian Idol Junior musim ketiga (2018) mendampingi Daniel Mananta.

Selain menggeluti dunia tarik suara sebagai penyanyi dan menjadi presenter, Agatha juga melebarkan sayapnya di dunia akting sebagai aktris. Tercatat, ia telah membintangi film Habis Gelap Menuju Terang (2014), Ada Cinta di SMA (2016), Meet Me After Sunset (2018), Mata Dewa (2018), Kasinem is Coming (2018), Tabu: Mengusik Gerbang Iblis (2019), dan The Sacred Riana: Beginning (2019) sebelum usianya genap 20 tahun.
Sementara itu, karyanya di industri musik mencakup sejumlah single seperti "Celebrate" (2015), "Me vs Mami" (2016), "Sunset" (2017), "Ku Perlu Engkau Tuhan" (2018), "Lebih Baik Darinya" (2020), hingga album mini "Love Letters" (2021), dan album kompilasi "Journey of Love" (2022).
Walaupun kariernya moncer di usia yang masih muda, Agatha diharuskan untuk tetap menekuni pendidikan. Bahkan, ketika usianya menginjak 17 tahun, ia memilih untuk bertolak ke Melbourne, Australia, dan melanjutkan pendidikannya di Trinity College demi dapat diterima di University of Melbourne.

Pilihannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Melbourne dilatarbelakangi oleh sang ayah yang menempuh pendidikan SMP dan kuliah di kota tersebut. Dengan tekad yang kuat, ia akhirnya berhasil masuk ke University of Melbourne dan lulus pada tahun 2022 dengan gelar Bachelor of Science in Neuroscience and Psychology.
Sekembalinya ke Indonesia, selain aktif di dunia hiburan, membintangi film, dan merilis lagu baru, Agatha juga membangun platform edukasi berbasis ilmu psikologi dan neuroscience yang memperkenalkan konsep brain-based learning kepada generasi muda Indonesia bernama Newron Edu.
Ia juga menghadirkan podcast bertajuk "Safe Space" yang menjadi wadah baginya membagikan konten yang fun tetapi dengan sentuhan ilmu psikologi. Dengan membagikan ilmu yang didapatkannya setelah menempuh pendidikan, Agatha terus berkomitmen untuk berkontribusi sebagai pemuda yang berdampak. [rk]