trending

Sambut Imlek, Ramadan, hingga Nyepi, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Program Perayaan Lintas Budaya

Penulis Rahma K
Feb 12, 2026
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (kanan). (Foto: beritajakarta.id/Nugroho Sejati)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (kanan). (Foto: beritajakarta.id/Nugroho Sejati)

ThePhrase.id – Menjelang perayaan tiga momentum besar yakni Imlek, Ramadan dan Idulfitri, serta Hari Raya Nyepi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan program yang berlangsung dari bulan Februari hingga Maret.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada 13 hingga 17 Februari untuk merayakan Imlek. Selanjutnya, karena Ramadan hanya berjarak beberapa hari dari Imlek, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan program menyambut Ramadan pada 17-18 Februari.

"Jadi dari 13 hingga 17 Februari kita merayakan Imlek. Kemudian, yang menarik nanti, dari 17 menuju 18, ada transisi kita masuk Ramadan," ujar Rano, Rabu (11/2), dikutip dari Beritajakarta.

Lebih lanjut, Rano mengatakan bahwa untuk menyambut Ramadan, Pemprov DKI menyiapkan perubahan tema kegiatan dari gelaran Imlek. Secara garis besar, program menyambut Ramadan dilaksanakan selama sekitar dua pekan.

Selain program lampu hias, paket hiburan yang bekerja sama dengan sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan juga telah dipersiapkan. Harapannya, program ini dapat berdampak dalam meningkatkan perekonomian Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan program untuk merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Program yang akan dihadirkan adalah Ogoh-ogoh langsung dari Bali pada 8 Maret 2026.

Pada kisaran waktu yang sama, Pemprov DKI juga memasang penjor-penjor, yaitu tiang bambu melengkung yang dihiasi janur, hasil bumi, dan kain yang berfungsi sebagai simbol suci Gunung Agung dan wujud syukur, di kawasan Bundaran HI.

Rencana dan implementasi berbagai program kegiatan perayaan hari raya ini disebut sebagai wujud nyata dalam merealisasikan Jakarta yang penuh warna, memeriahkan kota, serta menjadi lambang dari Bhinneka Tunggal Ika.

"Jadi, tujuan kita mengadakan kegiatan ini, pertama untuk saling menjaga Jakarta dari segala aspek, keberagaman. Lalu kita sepakat kita berbeda, untuk itulah kita berikan ruang bagi saudara-saudara kita yang memang merayakan," tutup Rano. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic