figure

Tak Menyerah pada Keterbatasan, Ini Kisah Syamsun Ramli Tembus Program Doktor ITB

Penulis Rahma K
Apr 06, 2026
Syamsun Ramli. (Foto: ITB/Mely Anggrini)
Syamsun Ramli. (Foto: ITB/Mely Anggrini)

ThePhrase.id – Hidup bisa berubah dalam sekejap, dan bagi Ramli, satu peristiwa menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Namun, alih-alih berhenti, ia justru memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan cara yang berbeda. Dari keterbatasan fisik yang ia alami, lahir keteguhan untuk tetap mengejar pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Perubahan besar dalam hidupnya bermula saat ia mengalami kecelakaan dalam latihan panjat tebing ketika masih berstatus mahasiswa. Insiden tersebut menjatuhkannya dari ketinggian 17 meter dan menyebabkan cedera serius pada tulang belakang yang membuatnya harus menggunakan kursi roda.

Fase setelah kecelakaan tersebut menjadi masa yang tidak mudah. Ia sempat merasa bahwa banyak hal dalam hidupnya telah berakhir, termasuk harapan untuk melanjutkan pendidikan. Dalam kondisi penuh keterbatasan, Ramli bahkan sempat berpikir untuk berhenti kuliah.

Selain faktor fisik, kendala biaya juga menjadi beban yang semakin memberatkan langkahnya. Di titik inilah peran seorang dokter menjadi sangat berarti dalam hidupnya. Dokter yang menanganinya, dr. Tjuk Risantoso, tidak hanya hadir sebagai tenaga medis yang membantunya kembali pulih, tetapi juga sebagai sosok yang memberi dorongan kuat agar Ramli tidak menyerah.

Ia melihat potensi yang dimiliki Ramli dan meyakinkannya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Lebih dari itu, ia juga memberikan bantuan finansial agar Ramli bisa kembali kuliah. Namun bantuan tersebut bukan tanpa syarat. Ramli diminta untuk menyelesaikan studinya tepat waktu.

Tak Menyerah pada Keterbatasan  Ini Kisah Syamsun Ramli Tembus Program Doktor ITB
Wisuda Sarjana Teknik Sipil menjadi simbol kebangkitan Ramli setelah melewati ujian hidup yang berat. (Foto: itb.ac.id/Dok. Pribadi)

Alih-alih memberatkan, syarat itu justru menjadi pemicu semangat tersendiri bagi Ramli. Ia tidak hanya berusaha bangkit untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk menepati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

Dukungan dari keluarga, terutama orang tua, juga menjadi kekuatan penting dalam proses bangkit tersebut. Perlahan, Ramli mulai membangun kembali kepercayaan dirinya dan menata ulang tujuan hidupnya. Ia memilih untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk keluar dari keterbatasan yang ia hadapi.

Perjalanan akademiknya tidak berhenti setelah lulus S1 sebagai Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Brawijaya (UB). Ia melanjutkan pendidikan Magister (S2) pada bidang Arsitektur Lingkungan Binaan, hingga menempuh program doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang Arsitektur.

Di bidang yang ia geluti, Ramli menaruh perhatian pada pengembangan struktur bangunan tahan gempa yang berkelanjutan. Fokus ini tidak hanya menunjukkan kapasitas akademiknya, tetapi juga kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah rawan bencana seperti Indonesia.

Meski telah mencapai banyak hal, perjalanan kariernya tetap diwarnai tantangan. Ia sempat melalui masa panjang tanpa pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Namun, hal tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba.

Tak Menyerah pada Keterbatasan  Ini Kisah Syamsun Ramli Tembus Program Doktor ITB
Syamsun Ramli. (Foto: ITB/Mely Anggrini)

Ia terus berusaha hingga akhirnya dapat berkarier secara profesional sekaligus berkontribusi di dunia pendidikan sebagai dosen, lebih tepatnya dosen arsitektur di Universitas Ibrahimy, Situbondo, peran yang terus dijalaninya hingga sekarang.

Ramli mengaku, apabila saat terpuruk dulu ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya, ia tak akan berada di titik ini. Baginya, pendidikan merupakan ikhtiar utama yang menyelamatkannya.

"Kalau saya tidak sekolah, mungkin saya tidak punya kehidupan seperti sekarang. Pendidikan itu ikhtiar utama," bebernya, dikutip dari laman resmi ITB.

Bagi Ramli, hidup bukan tentang apa yang telah hilang, tetapi tentang bagaimana memaksimalkan apa yang masih dimiliki. Ia belajar untuk melihat peluang di tengah keterbatasan, serta menghargai hal-hal sederhana yang sering kali dianggap sepele.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa dukungan, kesempatan, dan kemauan untuk bangkit dapat membawa seseorang melampaui batas yang terlihat. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, perjalanan Ramli adalah tentang keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika jalan yang ditempuh tidak lagi sama seperti sebelumnya. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic