auto

Tips Berkendara di Jalanan Berlubang saat Musim Hujan agar Tidak Memicu Kecelakaan dan Merusak Mobil

Penulis Rahma K
Mar 06, 2026
Ilustrasi jalanan berlubang. (Foto: Canva Pro/Getty Images/Rklfoto)
Ilustrasi jalanan berlubang. (Foto: Canva Pro/Getty Images/Rklfoto)

ThePhrase.id – Meski bukan awal musim hujan, intensitas curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah tetap berdampak pada kondisi jalan. Genangan air yang kerap menutup permukaan aspal membuat lubang sulit terlihat oleh pengendara, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. 

Tak sedikit kasus ban pecah, velg bengkok, hingga kerusakan kaki-kaki mobil terjadi akibat menghantam jalan berlubang yang tersembunyi di balik air. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi pengemudi yang melintas di jalur dengan permukaan jalan yang belum sepenuhnya mulus. 

Terlebih lagi, pengemudi tak bisa semena-mena berpindah jalur atau melakukan pengereman mendadak ketika berada di depan jalan berlubang karena dapat membahayakan pengendara lain dan memicu kecelakaan lalu lintas.

Lantas, bagaimana cara berkendara aman di musim hujan yang rawan dengan berbagai lubang samar di jalan? Simak tips dari Toyota berikut ini!

Saat baru menyadari ada lubang di jalan ketika sudah mendekatinya, hal pertama yang harus dilakukan bukanlah melakukan pengereman mendadak ataupun berpindah jalur. Dua hal ini bisa fatal apabila dilakukan karena rem mendadak dapat ditabrak oleh mobil belakang, sedangkan berpindah jalur dapat bersenggolan dengan kendaraan lain.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek spion mobil dan melepaskan kaki dari pedal gas. Pengendara perlu memastikan bahwa tidak ada bahaya di sekitar mobil, seperti kendaraan lain yang tengah melaju kencang. Lalu, injak pedal rem dengan halus, dan apabila jalanan kosong, lakukan manuver menghindar perlahan.

Sementara itu, apabila lubang telah terdeteksi dari jauh, segera lakukan pengereman secara halus agar dampaknya pada mobil tidak terlalu besar. Mengetahui ukuran lubang apakah dalam atau dangkal juga menjadi poin yang penting untuk mengetahui apakah lubang bisa dilewati.

Apabila terlihat bahwa lubang berukuran cukup besar atau dalam, hindari pengereman apa pun. Jika pedal rem diinjak, berat mobil akan berpindah ke ban depan pada saat yang bersamaan lubang dilewati. Kondisi ini dapat menyebabkan ban dan velg pecah, hingga merusak sistem suspensi kemudi.

Selain tips, pengemudi juga perlu mengetahui komponen-komponen mobil yang berisiko rusak apabila menghantam jalan berlubang. Pertama, sebagai komponen yang berhubungan langsung dengan aspal, ban dapat mengalami kerusakan seperti pecah akibat sobek, pengelupasan, dan benjol. Hal ini karena lubang memiliki tepi keras yang dapat menekan ban ke velg, mengiris karet, atau bahkan mematahkan konstruksi ban.

Kedua, velg menjadi komponen berikutnya yang rawan rusak seperti penyok, retak, bahkan pecah. Perlu diketahui bahwa velg yang bengkok tidak dapat bekerja dengan baik dan tidak mampu menyegel ban agar tetap kedap udara.

Selanjutnya, kaki-kaki mobil yang dirancang untuk menyerap benturan dan getaran menjadi komponen yang bisa rusak. Hentakan keras jalan berlubang berpotensi menyebabkan masalah suspensi, ketidakselarasan roda, sambungan ball-joint patah, hingga kerusakan sistem kemudi.

Knalpot yang berada di bagian bawah mobil juga berisiko rusak apabila terbentur jalan berlubang, yang dapat merusak pipa knalpot hingga catalytic converter. Terakhir, bagian bodi bawah pada mobil sport yang rendah, sedan, dan hatchback juga berpotensi untuk rusak bila berbenturan dengan lubang di jalan. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic