
ThePhrase.id – Sama seperti tren fesyen yang terus berputar dan berulang, dunia kecantikan yang beririsan dengan mode juga memiliki siklus sehingga sebuah tren bisa kembali naik daun setelah beberapa dekade. Tooth gem adalah salah satu contohnya.
Di akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an, tooth gem adalah aksesori gigi yang populer dan menjadi bagian dari tren Y2K. Berselang dua dekade, kini tooth gem comeback dan menjadi tren yang naik daun di berbagai penjuru dunia.
Tooth gem sendiri adalah aksesori berupa kristal atau berlian imitasi kecil yang ditempelkan di permukaan gigi. Aksesori ini bisa berwarna putih maupun berwarna-warni. Ada pula yang berbentuk grill yang dibuat khusus menyesuaikan dengan bentuk gigi.
Karena kontras dengan gigi yang polos dan berwarna putih kekuningan, orang yang mengenakan tooth gem akan memiliki senyum yang berkilau. Hal inilah yang menjadi tujuan penggunaan aksesori yang disebut juga dengan istilah tooth jewelry ini.
Setelah wajah melalui makeup, rambut dengan berbagai warna dan model, hingga kuku yang dapat dikreasikan sedemikian rupa, kini gigi juga mendapatkan waktu untuk bersinar lewat aksesori. Popularitas tren ini semakin meningkat karena dianggap sebagai media untuk mengekspresikan diri dengan bebas.

Banyak dari figur publik baik dari luar maupun dalam negeri yang terlihat mengenakan aksesori gigi ini untuk tampil di atas panggung. Sebut saja seperti Naykilla, penyanyi muda yang populer dengan genre hipdut-nya dan gaya Y2K-nya yang nyentrik. Selain itu, Jennie BLACKPINK juga terlihat tampil unik dengan tooth gem di panggung The Governors Ball 2026 baru-baru ini.
Meski terlihat seperti aksesori permanen, tren tooth gem versi saat ini tidak bersifat permanen dan invasif. Tooth gem ditempel menggunakan perekat sementara yang berkualitas medis dan tidak dibor langsung pada enamel gigi.
Maka dari itu, tak heran bila penggunaan tooth gem kini makin masif dan diminati oleh generasi muda yang gemar mengekspresikan dirinya lewat berbagai hal.
Kendati demikian, dilansir dari okezone.com, dokter gigi sekaligus kepala Konservasi dan Restorasi Gigi dari University of Utah Health, dr. Rich Homer, mengatakan pemasangan tooth gem tak boleh dilakukan sembarangan dan ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi.
Pasalnya, gigi asli hanya ada satu set seumur hidup, sehingga disarankan untuk dirawat dengan baik. Dengan memasang tooth gem di dokter gigi, dokter akan terlebih dahulu mengecek kesehatan mulut dan memastikan tooth gem tidak menghambat kesehatan gigi. Dokter juga akan memastikan produk yang digunakan untuk menempelkan aksesori adalah yang berkualitas medis dan aman. [rk]