
ThePhrase.id – Pernah mendengar istilah 7 Friends Theory? Dalam beberapa tahun belakangan, teori ini ramai diperbincangkan di media sosial TikTok sebagai teori yang membahas tentang hubungan pertemanan.
Seperti namanya, 7 Friends Theory adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa kita membutuhkan 7 jenis teman yang memiliki peran berbeda dalam hidup untuk mendapatkan lingkaran pertemanan yang seimbang dan mencapai hidup yang bahagia.
Dilansir dari Beautynesia, tren ini berlandaskan pada konsep bahwa kita tak bisa hanya mengandalkan satu orang teman untuk memenuhi seluruh kebutuhan emosional kita. Karena hal itu dapat membuat orang tersebut merasa terbebani.
Ketujuh jenis teman yang dimaksud adalah:
Ketika mendengar teori ini, mungkin beberapa orang merasa terbebani karena secara umum mereka kesulitan dalam berteman. Hal senada diutarakan oleh psikoterapis Meghan Watson yang mengatakan pada Essence bahwa dirinya tak terlalu setuju dengan konsep pertemanan ini.
Menurutnya, teori ini hanyalah teori, karena dalam kehidupan nyata, untuk mengumpulkan orang-orang yang dapat memenuhi kebutuhan tertentu dalam hidup tidaklah realistis dan masuk akal. Ia juga mengatakan bahwa tipe tujuh teman ini tidak berbahaya, tetapi beberapa cenderung eksploitatif.
Namun, dilansir dari South Florida Theater Magazine, teori ini tak serta-merta bermaksud kita harus memiliki tujuh teman atau satu orang per kategori. Namun, teori ini mengatakan setiap pertemanan yang kita miliki dalam hidup memiliki alasan khusus dan masuk ke dalam kategori yang berbeda.
Selain itu, seorang pakar persahabatan bernama Danielle Bayard Jackson juga mengatakan bahwa ia tak pernah melihat penelitian yang mengatakan seseorang harus memiliki sekian jumlah teman dalam hidup. Namun, ia menghargai konsep 7 Friends Theory karena gagasan ini mengarahkan orang-orang pada pemikiran bahwa hanya memiliki satu sahabat terbaik terkadang tak selalu tepat.
Dikutip dari Essence, Danielle mengatakan bahwa teori ini membuat orang mempertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan relasional dan emosional mereka dari banyak orang, dan berhubungan dengan banyak orang dapat membantu kita menjalani hidup.
Namun, pada akhirnya, seperti berbagai gagasan lainnya, teori ini memang tak bisa dipukul rata sama untuk semua orang. Setiap orang pasti memiliki kesibukan dan tanggung jawab masing-masing yang membuatnya tak selalu bisa hadir dalam kehidupan pertemanan. Tak mudah juga untuk menemukan tujuh teman yang bisa benar-benar klop dengan kita.
Maka dari itu, meskipun tak sedikit orang yang setuju dan bisa relate dengan teori ini, wajar jika kita bukan salah satu yang cocok dengan 7 Friends Theory. Dilansir dari Verywell Mind, Amanda Sacks, terapis dan founder dari We All Feel mengatakan daripada berfokus pada jumlah teman yang kita miliki atau kategori pasti dari teman-teman kita, definisikan apa hubungan pertemanan yang bermakna bagi kita. [rk]