lifestyleRelationship

Viral Tren Kencan 6-7 di Media Sosial, Kenapa Gen Z Kini Hindari Pasangan 10/10?

Penulis Rahma K
Apr 12, 2026
Ilustrasi pasangan. (Foto: Freepik/tirachardz)
Ilustrasi pasangan. (Foto: Freepik/tirachardz)

ThePhrase.id – Belakangan ini, istilah “6-7” dalam tren kencan yang juga dikenal sebagai “6-7” dating trend, viral di media sosial dan memicu perdebatan tentang standar ideal dalam memilih pasangan. Tren ini disebut sebagai cara pandang baru Gen Z yang mendorong orang-orang untuk tak lagi mengejar sosok yang dianggap memiliki nilai “10/10”, melainkan mereka yang berada di level “6” atau “7”.

Dilansir dari laman Psychology Today, pilihan terhadap orang-orang yang berada di level angka 6 atau 7 ini dinilai berkaitan dengan anggapan bahwa mereka lebih stabil, dewasa secara emosional, dan lebih mudah diajak membangun hubungan jangka panjang.

Sementara itu, dalam berbagai narasi di media sosial, sosok yang dianggap memiliki nilai 10/10 sering diasosiasikan dengan daya tarik tinggi dan banyak diminati, namun juga kerap dikaitkan dengan hubungan yang lebih kompleks atau melelahkan secara emosional. Meski demikian, anggapan ini tidak bersifat mutlak dan bergantung pada pengalaman masing-masing individu.

Alih-alih mencari pasangan yang terasa “sempurna” di awal, tren ini lebih menekankan pada kestabilan, kenyamanan, dan kecocokan dalam jangka panjang.

Susan Trombetti, seorang mak comblang profesional dan CEO dari Exclusive Matchmaking, berpendapat bahwa tren ini pada dasarnya menekankan gagasan bahwa memilih orang yang tidak semenarik “10/10” secara fisik akan lebih berkomitmen dalam hubungan dan lebih bersyukur, dibandingkan mereka yang “sempurna” tetapi memiliki lebih banyak pilihan.

Tren ini juga disebut sebagai respons terhadap kelelahan dalam dunia kencan modern atau dating fatigue. Banyak orang mulai jenuh dengan dinamika hubungan yang serba dramatis, penuh ekspektasi, atau hanya berfokus pada daya tarik fisik.

Kehadiran dating apps dengan banyaknya pilihan pasangan juga dinilai turut memperkuat kecenderungan tersebut, hingga sebagian orang kini lebih memilih hubungan yang terasa lebih realistis dan stabil dibandingkan sekadar “sempurna di atas kertas”.

Karena itu, pasangan yang dianggap “cukup menarik” dengan nilai 6 atau 7, tetapi memiliki sifat yang menyenangkan dalam hubungan seperti mau mendengarkan cerita tentang hari-hari kita, bisa diandalkan, dan terbuka secara emosional, justru terasa lebih relevan bagi sebagian orang.

Meski begitu, angka 6-7 di sini bukanlah sebuah penilaian mutlak. Angka ini lebih mirip istilah populer untuk menggambarkan preferensi terhadap pasangan yang dinilai seimbang, yakni tidak harus terlalu sempurna, tetapi juga tidak asal cocok.

Di sisi lain, tren ini juga menuai kritik. Memberikan penilaian dalam bentuk angka dinilai berpotensi merendahkan, karena seolah-olah mengukur seseorang hanya dari daya tarik atau kesan tertentu. Selain itu, pendekatan ini dianggap terlalu menyederhanakan kompleksitas hubungan manusia, yang pada kenyataannya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti komunikasi, nilai hidup, dan pengalaman pribadi.

Namun, menariknya, tren ini justru memantik diskusi lebih luas soal standar dalam hubungan. Di satu sisi, banyak yang merasa tren 6-7 mencerminkan sikap yang lebih realistis dan dewasa, yakni hubungan yang sehat tidak selalu dimulai dari sosok paling memesona, melainkan dari rasa aman dan kenyamanan.

Tetapi di sisi lain, tidak sedikit pula yang menilai tren ini cenderung mengandung konotasi negatif karena kualitas hubungan tidak bisa ditentukan hanya dari angka atau label tertentu. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic